Pra Rekonstruksi, Pembunuhan Kakek Nenek Direncanakan?

PRA REKONTRUKSI : Salah seorang tersangka tengah memperagakan aksinya dalam pra rekontruksi pembunuhan kakek dan nenek, di halaman Mapolresta, Palembang, Sabtu (3/12). Foto/Denny.

PRA REKONSTRUKSI : Salah seorang tersangka tengah memperagakan aksinya dalam pra rekonstruksi pembunuhan kakek dan nenek, di halaman Mapolresta, Palembang, Sabtu (3/12). Foto/Denny.

Palembang- Unit Pidum Satreskrim gelar pra rekonstruksi kasus perampokan dan pembunuhan terhadap kakek dan nenek di halaman Mapolresta Palembang, Sabtu (3/12) siang.
Dalam pra rekonstruksi itu menghadirikan ketiga tersangka yakni Gusti Rahmadi (18) bersama adiknya AP (16), serta temannya IT (14) yang tinggal di Jalan Semarang Borang, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tanggal 30 November sekitar pukul 20.00, ketiga tersangka merencanakan aksi kejahataan yang akan dilakukannya di rumah tersangka Gusti. Keesokan harinya, tersangka Gusti memberikan sajam jenis pisau ke tersangka AP.
Ketiga tersangka berangkat mendatangi rumah korban,Tamrin Kadir (80) beserta istri Cik Nura (78) di Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Mutiara II, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang menggunakan sepeda motor Honda Beat nopol BG 6309 AAA.
Akan tetapi, para tersangka tidak langsung menuju rumah Tamrin, melainkan mampir terlebih dahulu di depan Mega Mart, Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan SU I Palembang.
Kemudian, tersangka AP mendatangi rumah Tamrin sendirian, untuk melihat situasi, sedangkan tersangka Gusti dan IT menunggu di depan Mega Mart. Tersangka AP melihat, jika kakek neneknya itu sedang santai seraya menonton televisi, lantas ia pun kembali menemui tersangka IT dan Gusti.
Di adegan 11, sebelum Gusti dan IT pergi mendatangi rumah korban, tersangka AP memberikan pisau kepada tersangka IT. Setibanya Gusti dan IT di rumah korban, mereka melihat kalau korban sedang terbaring tidur. Lalu, Gusti membangunkan korban Cik Nura untuk meminjam ponsel.
Saat korban Cik Nura memberikan ponsel kepada Gusti, saat itulah tersangka membekap mulut korban dengan menggunakan tangan. Sedangkan, tersangka IT langsung membunuh korban dengan pisau.
Adegan 17, korban Tamrin yang berada di kamar depan mendengar suara gaduh, mendatangi kamar belakang. Namun, saat berada di depan pintu kamar, dari arah belakang IT juga membunuh korban menggunakan pisau.
Lalu, tersangka Gusti membekap kedua mulut korban dengan kedua tangannya dan untuk memastikan kedua korban betul-betul meninggal IT kembali menggunakan pisau membunuh kakek dan nenek itu. Hal yang sama juga dilakukan Gusti.
Selepas itu, tersangka mengambil kalung, emas dan uang milik korban yang berada di dalam lemari pakaian. Lalu, kedua tersangka pergi meninggalkan korban dan membuang pisau tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, rekonstruksi tersebut digelar guna melengkapi berkas penyidikan yang akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan untuk memulai proses hukuman terhadap tersangka. “Rekonstruksi yang kita gelar ini sengaja tidak dilakukan di TKP, mengingat kelurga korban sedang berduka, kita harus menghormati mereka. Selain itu, kita juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kalau menghadirkan tersangka di sana,” tuturnya saat ditemui usai pra rekonstruksi.
Lanjutnya, sebanyak 33 adegan diperagakan langsung oleh tersangka saat rekonstruksi.”Dari hasil rekonstruksi ini, terlihat jelas para pelaku mempunyai peran masing-masing. Dan, peristiwa ini memang sudah direncanakan sejak awal,” tambah Marully.
Maruly menegaskan, selain akan terancam pasal 365 ayat 4 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas), ketiga tersangka juga kemungkinan akan dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. “Untuk pasal 338 KUHP masih akan didalami lagi. Mungkin bisa juga akan diterapkan,” tuturnya.
Sedangkan untuk penyalahgunaan narkoba yang dilakukan tersangka Gusti dan IT, Satreskrim akan berkoordinasi dengan Satres Narkoba Polresta Palembang. “Mengenai narkoba yang dilakukan tersangka, akan dikoordinasikan,” tutupnya. (korankito.com/denny)