Pelajar Muhammadiyah Gelar Aksi Rohingya

AKSI ROHINGYA: Ratusan anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah lakukan aksi damai untuk etnis Rohingya, di bawah fly over, simpang Polda, Sumsel, Sabtu (3/12). Foto/ Eja

AKSI ROHINGYA: Ratusan anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah lakukan aksi damai untuk etnis Rohingya, di bawah fly over, simpang Polda, Sumsel, Sabtu (3/12). Foto/ Eja

 

Palembang – Sebanyak 200 anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Palembang lakukan aksi bela Islam Etnis Rohingya Myanmar, di bawah fly over simpang Polda, Sabtu (3/12) siang.

Ratusan pelajar tersebut penuhi sebagian ruas persimpangan jalan Jenderal Sudirman dengan jalan R. Sukamto. Aksi unjuk rasa yang menuntut akan keadilan dan perdamaian kaum muslim minoritas di Burma, Myanmar ini dibarengi dengan penggalangan dana untuk korban ketidakadilam kaum muslim disana.

“Disini kami ingin menyuarakan keadilan dan perdamaian kaum muslim, saudara kita dari etnis Rohingya di Burma, Myanmar. Terakhir kabar yang kami dengar beberapa waktu lalu ada 346 rumah muslim dibakar dan 180 lebih muslim yang dibunuh tanpa alasan yang jelas. Ini bukan hanya masalah keagamaan saja tapi sudah menyangkut kemanusiaan yang sudah terjadi sejak 1947 dan pemerintah masih belum ada tindakan khusus terkait hal tersebut,” ungkap koordinator aksi demo sekaligus Bendahara Umum Pimpinan Daerah IPM Palembang Muhammad Aditya Salam.

Diakuinya, pihaknya pernah melancarkan aksi yang sama pada  2014 dan sampai saat ini karena masih banyak tuntutan pihaknya yang belum dipenuhi pemerintah maka mereka melancarkan aksinya hari ini. Salah satu tuntutan yang sampai saat ini masih belum terpenuhi adalah rumah singgah dan tempat pendidikan untuk kaum muslim minoritas di Myanmar.

“Ini aksi kedua kami, karena tuntutan kami belum diwujudkan. Selain Aceh, di wilayah Indonesia lainnya tidak ada wadah tempat menampung saudara kita yang mendapat perlakuan tidak manusiawi. Kali ini kami menuntut pemerintah terutama Sumatera Selatan untuk dapat memberikan tempat pengungsian dan tempat pendidikan bagi minoritas muslim di Myanmar yang mendapat perlakuan yang sangat tidak adil,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kemuning AKP Hikmat S. menguraikan, untuk pengamanan pihaknya mengerahkan 74 orang personel gabungan dari Sabara, Satuan Lalu Lintas dan dari pihak kepolisian Kemuning Sendiri. Diakuinya, pihaknya sudah siap siaga satu jam lebih awal sebelum aksi demontrasi ini berlangsung. “Ini hanya aksi penggalangan dana yang jauh dari aksi brutal, belum lagi karena semua demonstrans adalah pelajar,” pungkas Hikmat.(korankito.com/eja)