Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Jalan Merdeka Palembang

AKSI DAMAI: Sejumlah mahasiswa gelar aksi damai seusai shalat Jumat di Masjid Agung, Jumat (2/12). Foto/Kardo

AKSI DAMAI: Sejumlah mahasiswa gelar aksi damai seusai shalat Jumat di Masjid Agung, Jumat (2/12). Foto/Kardo

 

Palembang – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Pembaruan Kawal Fatwa MUI (GPPKF MUI) melakukan aksi damai usai sholat Jumat di Masjid Agung, Jalan Merdeka, Palembang,Jumat (2/12).

Dibawah terik matahari, ratusan pemuda dengan semangat membentangkan spanduk yang isinya agar penegak hukum segera memenjarakan Gubernur DKI Jakarta Non Aktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Orasi yang dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ini dipimpin oleh Febri Zulian dan dilanjutkan dengan aksi teatrikal dengan topeng.

Febri Zulian selaku jenderal lapangan aksi tersebut mengatakan, peserta aksi ini merupakan perwakilan seluruh Mahasiswa se-Sumsel, tuntutannya sama dengan tuntutan yang dilakukan oleh seluruh Ormas Islam yang mengawal Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI).

“Dalam aksi ini, kami mensuport apa yang dilakukan oleh teman – teman kami yang ada di Jakarta, meskipun kami tidak berangkat ke Jakarta kami didaerah ikut mendukung untuk membela islam dengan tujuan utama kami penjara penista agama yakni Ahok,”ucapnya.

Selain itu, dia juga mengatakan jika Ahok tidak segera ditahan maka secara nasional seluruh pemuda Indonesia akan terus mengawal GNPF MUI agar Ahok sang penista agama segera ditahan.

“Kami mengharapkan agar Gubernur DKI Jakarta non Aktif Basuki Tjahaya Purnama segera ditahan dan dipenjarakan,” bebernya.

Ditambahkan Muhammad Rizki koordinator lapangan yang juga mahasiswa Unsri ini dalam orasi berharap kepada aparat penegak hukum tidak pandang bulu dalam penegakan hukum. Seperti apa yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap Lia Aminudin atau Lia Eden yang juga telah menistakan agama tetapi ditahan dan masih banyak lagi yang melakukan hal yang sama tetapi juga ditahan. “Kami disini mencurigai adanya ‘orang besar’ yang melindungi Ahok hingga saat ini Ahok masih melenggang bebas, kami berharap agar penegakan hukum terhadap Ahok disamakan agar tidak terjadi kecemburuan sosial,” pungkasnya.(korankito.com/kardo).