Bisa Dipercaya

Pembunuh Kakek dan Nenek Diancam Hukuman Mati

GELAR PERKARA: Kapolresta Palembang AKBP Wahyu Bintoro (kedua dari kiri) memberikan keterangan kepada wartawan saat gelar perkara kasua pembunuhan kakek dan nenek di Mapolresta, Jumat (2/12) petang. Foti/Denny.
GELAR PERKARA: Kapolresta Palembang AKBP Wahyu Bintoro (kedua dari kiri) memberikan keterangan kepada wartawan saat gelar perkara kasua pembunuhan kakek dan nenek di Mapolresta, Jumat (2/12) petang. Foto/Denny.

Palembang- Ketiga tersangka kasus perampokan serta pembunuhan pasangan suami-istri (pasutri) Tamrin Kadir (80) dan Cik Nura (78) di Lorong Mutiara II, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, terancam hukuman mati.
“Ketiga tersangka akan dikenakan pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman kurungan seumur hidup atau hukuman mati. Namun, karena ada dua pelaku yang masih dibawa umur, tentu berkas acara tersangka berbeda,” ujar Kapolresta Palembang AKBP Wahyu Bintono H.B saat gelar perkara di Mapolresta Palembang, Jum’at (2/12) petang.

Menurutnya,, motif yang digunakan tersangka sehingga nekat menghabiskan nyawa korban lantaran ingin menguasai barang-barang berharga korban. Pasalnya, saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejumlah barang milik korban, berupa dua cincin, satu kalung dan satu gelang, ponsel, serta uang sebesar Rp 900 ribu raib di gondol pelaku.

“Setelah kita melakukan pemeriksaan mendalam, motif para pelaku ini untuk menguasai barang-barang berharga milik korban. Selain itu, saat ditangkap kita mendapatkan barang-barang berupa cincin, kalung, gelang, ponsel, dan uang sebesar Rp 400 ribu, ada ditangan pelaku. Jadi, barang-barang tersebut sudah kita amankan,” tambah Wahyu.

Adapun ketiga tersangka yang ditangkap anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang, yakni Gusti Rahmadi (18) bersama adik kandungnya AP (16) dan temannya IT (14). Ketiganya ditangkap, saat sedang berada dirumah Gusti, di Jalan Sematang Borang, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang, Kamis (1/12) sekitar pukul 09.00.

Tersangka Gusti, terpaksa dilumpuhkan dengan dua butir timah panas petugas kepolisian, lantaran saat ditangkap mencoba kabur dari sergapan petugas. Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang. (korankito.com/denny)