Bisa Dipercaya

Pembangunan Tiga Ruang Kelas SD 223 Terbengkalai

TERBENGKALAI: Salah satu ruang kelas SD 223 yang pengerjaannya terbengkalai. Foto/Eja
TERBENGKALAI: Salah satu ruang kelas SD 223 yang pengerjaannya terbengkalai. Foto/Eja

 

Palembang – Pembangunan tiga ruangan belajar di Sekolah Dasar negeri (SDN) 223 Palembang terbengkalai padahal pengerjaannya sudah dimulai sejak 2007.

Berdasarkan data yang dihimpun terhentinya pembangunan ruang kelas sekolah yang terletak di Jalan Ki Kemasrindo RT 30 RW 04 Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati karena dana yang cair secara bertahap dan tidak secara menyeluruh.

Berita Sejenis
1 daripada 6

Kepala SDN 223 Palembang Bariati melalui wakilnya Nurhasanah mengungkapkan, pada 2007 SDN 223 Palembang dapat bantuan pembangunan satu gedung baru untuk tiga ruang kelas dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang. “Kontruksi bangunan sudah dimulai sejak 2007, namun sayangnya pihak pemborong tidak bisa melanjutkan bangunan tersebut. Dengan alasan dana yang didapat dari Disdikpora untuk pembangunan telah habis, makanya pihak pemborong tidak bisa menyelesaikan ruang kelas tersebut. Dan sampai saat ini belum ada tindak lanjut pembangunan yang hanya menyelesaikan, pondasi, lantai dinding dan atap kelas saja,” paparnya, Jumat (2/12)

Belum lagi, katamya, SDN 223 Palembang didirikan di wilayah perairan yang juga minim akan ruang terbuka atau lapangan untuk aktivitas siswa lainnya. Dijelaskannya, setelah menunggu cukup lama dan masih tidak ada kepastian kapan pembangunan ini akan diteruskan, maka pihaknya menggunakan bangunan ini sebagai aula untuk olahraga dan kegiatan lainnya.

Dikatakannya, saat ini bangunan kelas sudah mulai rapuh baik dari lantainya yang masih menggunakan papan kayu dan atap yang mulai bocor. “Yang kami takutkan adalah lantai ruangan tersebut ambles dan siswa terperosok disana. Oleh sebab itu, kami berharap agar pembangunan tersebut segera diselesaikan dan lantai yang sudah bobrok juga ikut diganti,” harapnya.

Selain itu, total pelajar SDN 223 Palembang berjumlah 166 siswa dengan tenaga pengajar PNS dan honorer ada 10 orang. Ruang kelas saat ini ada lima ruang, sedangkan untuk rombongan belajar (rombel) siswa ada sebanyak enam rombel. Karena keterbatasan tersebut, pihaknya mau tidak mau menerapkan ada beberapa kelas yang digabung secara pararel. “Sebelum menjadi SDN 223, dulunya ini ada dua sekolah yang dimerger menjadi satu sekolah diantaranya SDN 288 sama SDN 289 jadi SDN 275, lalu berubah lagi jadi SDN 223 Palembang,” bebernya.

Sementara itu, Plt. Kepala Biddang (Kabid) Perencanaan Pebangunan Sekolah (PPS) Disdipora Kota Palembang Herman Wijaya mengatakan, pemberhentian kontruksi gedung sekolah di SDN 223 Palembangng tersebut disebabkan pencairan dana bantuan yang turun secara bertahap dengan besaran yang berbeda setiap pencairannya. Makanya, berdampak pada proses pembangun gedung sekolah yang terhentikan sementara sampai dana tahap berikutnya dicairkan lagi oleh pemerintah.

“Kami terus utamakan sekolah yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk dibuatkan gedung baru ataupun hanya sekedar direnovasi. Tapi kendala yang sangat signifikan itu adalah proses pencairan dana bantuan sendiri tidak bisa cepat, seperti yang diharapkan oleh pihak sekolah karena harus melalui berbagai prosedur yang ada. Kami berharap agar pihak sekolah bisa bersabar untuk menunggu kelanjutan pembangunan hingga dana tahapan selanjutnya cair,” pungkas Herman.

(eja)