Bawa Senpi untuk Gagah-gagahan, Ditangkap Polisi

BAWA SENPI: Hanya untuk gagah-gagahan bawa senjata api, Andrian ditangkap polisi, Jumat (2/12). Foto/Kardo

BAWA SENPI: Hanya untuk gagah-gagahan bawa senjata api, Andrian ditangkap polisi, Jumat (2/12). Foto/Kardo

 

Palembang-Andrian alias Ian (36) kini harus berurusan dengan pihak Polsek IB ll Palembang lantaran kedapatan selalu membawa senjata api rakitan dan sebilah pisau di pinggangnya.

Informasi yang dihimpun, tersangka ditangkap Polsek IB II Palembang saat melintas di  Jalan PSI Lautan Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Rabu (30/11) sekitar pukul 01.30.

Dihadapan petugas, tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Perum Mitra Permai, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus ini mengaku, membawa senpi dan pisau hanya untuk dibilang jagoan oleh teman-temannya.

“Cuma mau dilihat jagoan saja oleh teman-teman pak, tidak dipakai untuk kejahatan. Dan kalau untuk senpi rakitan, aku beli dari teman seharga Rp 1,5 juta. Sedangkan pisau itu sudah lama aku pakai,” ujarnya saat diamankan di Polsek IB II Palembang, Jumat (2/12).

Tertangkapnya tersangka saat anggota Polsek IB II Palembang melakukan razia tidak jauh dari lokasi penangkapan tersangka. Saat tersangka akan melintas, petugas yang melihat tersangka merasa curiga. Ketika coba diberhentikan, tersangka mencoba untuk menghindar dan kabur dari pemeriksaan petugas. Hingga akhirnya tersangka melakukan pengejaran dan langsung menangkap tersangka.

Sementara itu, Kapolsek IB II Palembang AKP Mayestika didampingi Kanit Reskrim Ipda Joni Palapa menuturkan, jika tersangka diamankan oleh anggota setelah melihat gerak-geriknya mencurigakan saat akan melintas. Ketika akan diperiksa, tersangka berupaya kabur sehingga dilakukan pengejaran. “Tersangka sempat kabur, karena curiga anggota pun langsung melakukan pengejaran. Setelah digeledah ternyata tersangka membawa senpi dan pisau,” ungkap Mayestika.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan, jika saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan apakah tersangka pernah terlibat aksi kejahatan atau tidak.

“Saat ini kita masih melakukan pengembangan terhadap tersangka ini, apakah senjata rakitan ini pernah dipergunakan untuk tindak kejahatan. Meski dari pengakuan tersangka, belum pernah menggunakan senjatanya untuk tindakan kejahatan, tetapi kami tidak percaya begitu saja,” ujarnya.(korankito.com/kardo).