Satu Keluarga Ditangkap Karena Pengeroyokan

PENGEROYOKAN: Satu keluarga diamankan polisi karena melakukan pengeroyokan. Foto/ Kardo

PENGEROYOKAN: Satu keluarga diamankan polisi karena melakukan pengeroyokan. Foto/ Kardo

Palembang – Satu keluarga digelandang polisi ke Polsek Ilir Timur (IT) II diduga melakukan pengeroyokan seorang petugas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).
Para pelaku satu keluarga itu yakni, Supratman (54), Rendi Oktavia (24) dan Marta Nopandi (22).
Peristiwa pengeroyokan terhadap pegawai PTKAI bernama Romli (46) itu terjadi lantaran Supratman tak terima jika rumah dinas yang ditempati anaknya di foto oleh pegawai PT KAI sehingga penggeroyokan tersebut terjadi.
Dihadapan petugas, tersangka Supratman mengaku jika saat itu Rendy yang pertama kali melihat Romli sedang memfoto rumah dinas yang ditempati sang kakak, melihat hal tersebut Rendy langsung mengejar Romli dan memukulinya. Diikuti Dirinya dan Marta yang akhirnya ikut memukuli korban hingga babak belur.
“Saya waktu itu kaget, korban tiba-tiba langsung memfoto rumah dinas, ya memang itu rumah dinas milik PT KAI yang ditempati anak saya, kami ikut menumpang tinggal di sana. Saya tidak tahu kalau dia mendampingi pegawai PT KAI,” ujar Supratman di Polsek IT II, Kamis (1/12).
Suparman mengungkapkan,  dirinya marah lantaran korban mengambil foto rumah dinas pada siang hari dalam kondisi yang sedang sepi. Dan membuat curiga pihak keluarganya, lantaran ditempat mereka bekerja sudah mengalami peitiwa kehilangan motor.
“Saat itu kami curiga pak, Karena motor ditempat aku bekerja itu sudah hilang dua kali, makanya ketika melihat orang sedang memfoto rumah langsung dikejar,” pungkasnya.
Sementra itu, Kapolsek IT II Kompol Hadi Wijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Yundri menuturkan, jika ketiga tersangka yang merupakan satu keluarga ini ditangkap setelah korbannya melaporkan kejadian pemukulan terhadapnya ke Polsek IT II Palembang, Rabu (30/1).
“Berdasarkan laporan korban, jika tersangka terbukti melakukan penggeroyokan karena para tersangka ini tersinggung. Sebab, merasa rumah yang mereka tempati di foto. Sehingga melakukan pemukulan terhadap korban hingga babak belur. Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka kini kita tahan di Polsek IT ll untuk di proses,” singkat Hadi.(korankito.com/kardo).