Bisa Dipercaya

Perlu Re-planting untuk Kawasan Karet Sumsel

 

SEM Institute Karebet Widjajakusuma. Foto/Azza
SEM Institute Karebet Widjajakusuma. Foto/Azza

Palembang – Kawasan perkebunan karet di Sumatera Selatan (Sumsel) harus segera dilakukan re-planting sebab kondisi komoditas itu sudah tidak produktif lagi.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Menurut SEM Institute Karebet Widjajakusuma, dalam lima tahun kedepan perlu adanya budidaya karet di Sumsel. ‘’Namun ada problem yakni pohon karet di Sumsel bukan umur produktif lagi, rata-rata diatas 20 tahun,’’ katanya seusai acara workshop bertajuk Desiminasi Hasil Penelitian Komoditas Produk Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM, di Palembang, Kamis (1/12).

Maka itu, paparnya, salah satu solusinya re-planting secara bertahap mengingat luas kawasan Sumsel yang cukup luas dan pertimbangan waktu. Untuk itu, perlu dilakukan juga industri hilirisasi, yaitu dengan melakukan budidaya pada hulu dan produk berbasis karet pada hilirnya. “Produk yang berbasis karet nanti akan digunakan dalam otomotif atau usaha kreatif seperti merchandise,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, di Sumsel terdapat 10 Komoditas Produk Jenis Usaha (KPJU) unggulan, antara lain padi sawah, toko kelontong, penggilingan padi, karet, budidaya ikan lele, penggalian pasir, budidaya ikan patin, koperasi simpan pinjam, Rumah Makan Padang, dan klinik kesehatan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel Hamid Ponco Wibowo mengatakan, diharapkan ke depan dari hasil penelitian yang dilakukan itu, bisa menjadi referensi dalam pengambilan keputusan. “Kami (BI) selalu melakukan penelitian dan mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh dan berkembang hingga layak mendapat bantuan perbankan (Bankable),” paparnya.

Dan penelitian sejenis, lanjut Hamid,  sudah pernah dilakukan lima tahun lalu, di mana saat itu ada lima produk unggulan seperti karet, kopi dan tenun. Tujuan penelitian tersebut agar bisa mengenal profil daerah dan UMKM di daerah dan juga peran perbankan. Harapan lain, nanti pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah kabupaten/kota dan juga bagi UMKM agar daya saing UMKM bisa lebih ditingkatkan. “Kita juga ingin melihat apakah ada produk yang belum jadi unggulan tetapi nantinya akan menjadi unggulan di kemudian hari. Objek penelitian ini, seluruh produk di 17  kabupaten/kota Sumsel mulai dari kecamatan lalu ke kabupaten/kota dan provisi,” singkatnya. (korankito.com/azza)