Perkemi Sumsel Siapkan Sembilan Atlet

 

Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sumsel. Foto/Resha

Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sumsel. Foto/Resha

 

Palembang-Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sumatera Selatan (Sumsel) tengah menyiapkan sembilan atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo. Kejuaraan tersebut direncanakan akan dihelat di Semarang, bulan ini.

Kejurnas itu sekaligus babak Pra Kualifikasi PON Remaja 2017. Menurut Sekretaris Umum Pengprov Perkemi Sumsel Agus Salim, setelah tahap seleksi yang dilakukan Pengprov Perkemi, kini sembilan atlet telah disiapkan untuk mencuri sebanyaknya tiket PON Remaja yang direncanakan di Semarang. “Alhamdulillah kita sudah menjalani seleksi dan sembilan atlet kita sudah siap turun di Kejurnas Pra-PON. Tapi memang sejauh ini mengenai pelaksanaan Kejurnas kita masih menunggu arahan dari PB Perkemi,” tuturnya.

Menurut Agus, dari sembilan atlet yang bakal diturunkan. Atlet Kempo Sumsel akan turun di tujuh kelas, mulai dari Randori kelas 43 kg putri, 45 kg putri, dan kelas 50 kg putra. Serta Enbu pasangan 1q putri, enbu pasangan 1q putra dan enbu campuran. “Sejauh ini persiapan kita sudah cukup baik. Atlet kitapun sudah cukup matang dikelasnya. Dan target kita harus mendapat medali, tapi tujuan utamanya mencuri tiket PON sebanyak-banyaknya,” ucapnya

Diungkapkan Agus, adanya wacana pembatalan PON Remaja, seharusnya itu tidak perlu dilakukan. Lantaran, orientasi PON Remaja jelas berbeda.

“Jadi PON Remaja itu tujuannya adalah regenerasi atlet menuju PON senior. Sementara, jika Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) hanya cabang olahraga (cabor) pendidikan dan ruang lingkupnya pelajar. Dan dari pelaksannya pun beda, Popnas oleh Kementrian Pendidikan dan PON oleh KONI bersama Kemenpora,” ucapnya

Untuk itu, Agus berharap PON Remaja dapat tetap digulirkan. Apalagi, ditahun seb‎elumnya Popnas telah digelar. Artinya 2017 merupakan kesempatan untuk PON Remaja. “Kalau saya sependapat jika PON Remaja tetap dilaksanakan. Dan semoga dapat didengar oleh Pemerintah,” harapnya. (korankito.com/resha)