‘Bumi Langit’ Beda Ayah dan Maha Si Calon Raja

Mendiang Raja Thailand Bhumibol Adulyadej (88) dan putranya, Maha Vajiralongkorn (64) adalah dua beda yang nyata. Dalam hal wanita, misalnya, sang ayah setia pada istrinya hingga tiada. Sementara Maha, beda cerita.

Bagi rakyat Thailand, Raja Bhumibol adalah segalanya. Dialah sosok yang mempersatukan Thailand di tengah jatuh bangun kudeta terhadap perdana menteri. Walau tak turun langsung, sang raja selalu mengawal konstitusi di negaranya.

Bhumibol pernah menegur Perdana Menteri Thaksin yang otoriter dan antikritik. Dia pula yang memanggil pemimpin rezim militer untuk menggelar Pemilu tahun 1992. Dua jenderal yang dipanggil, menghadap raja sambil berlutut.

Sosok agung ini didaulat menjadi raja tahun 1946 dan mulai naik tahta tahun 1950. Saat itu usianya baru 19 tahun. Dia langsung mendapat tempat di hati rakyat karena kesederhanaan dan perhatiannya pada masyarakat.

Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit menggunakan kekayaan kerajaan untuk membangun sekolah dan fasilitas umum lainnya. Sang raja mencintai petani seperti petani juga mencintainya.

Jika tak mengenakan busana kebesaran, selalu ada tustel tergantung di lehernya. Bhumibol memang pecinta fotografi. Kamera itu yang selalu menemaninya blusukan ke pelosok.

Di Thailand, foto Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit ada di mana-mana. Bahkan sebelum film diputar pun semua orang akan berdiri dan bernyanyi lagu kebangsaan saat foto sang raja ditayangkan. Tercatat, Bhumibol berkuasa selama 70 tahun dan merupakan raja terlama yang berkuasa saat ini di dunia.

Sementara Putera Mahkota Maha Vajiralongkorn (64) bak bumi dan langit dibanding sosok ayahnya. Jika ayahnya sederhana, Vajiralongkorn dikenal doyan pesta dan hidup mewah. Sang ayah menikahi satu wanita seumur hidupnya, sang pangeran sudah tiga kali kawin cerai. Belum lagi kabar hubungan gelapnya dengan sejumlah wanita di Eropa.

Tapi di balik gaya flamboyan-nya, pria kelahiran tahun 1952 ini adalah sosok berdedikasi. Ia lulus Royal Military College di Australia. Dia memiliki kualifikasi sebagai pilot militer. Tahun 1970-an, Vajiralongkorn pernah ikut bertempur melawan gerilyawan komunis dan Khmer Merah di perbatasan Kamboja.

Tahun 2014, video pesta Vajiralongkorn yang beredar bikin malu keluarga kerajaan. Istri ketiganya, Putri Srirasmi mengadakan pesta untuk anjing pudel mereka. Srirasmi cuma mengenakan G-string supermini dengan dada terbuka.

Bulan Juli 2016 lalu, Vajiralongkorn kembali mencuri perhatian seluruh dunia. Seorang fotografer memotret putera mahkota ini di Bandara Munich, Jerman. Penampilannya di luar perkiraan, mengenakan kaos dalam yang kekecilan, celana jins melorot, sandal jepit dan tubuh penuh tato. Vajiralongkorn juga tampak menggendong anjing pudel.

 

 

Masyarakat Thailand sebenarnya lebih mengharapkan putri raja, Maha Chakri Sirindhorn, yang bisa menjadi penerus tahta. Secara aturan wanita juga diperbolehkan untuk menduduki tahta kerajaan.

Putri Sirindhorn lebih mirip ayahnya yang gemar melakukan pekerjaan sosial dan menemui masyarakat. Namun sepertinya, Vajiralongkorn lebih berpeluang untuk berkuasa. O wib / berbagai sumber