Bandit Pecah Kaca, Diterjang Timah Panas Polisi

bandit

Palembang – Seorang tersangka bandit pecah kaca yang sering meresahkan warga Kota Palembang, Junaidi alias Ardi (25), warga Jalan Arjuna Sanjaya, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako Palembang, berhasil ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang.

Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan sebutir timah panas di kaki sebelah kiri, lantaran saat hendak ditangkap di kediamannya, Rabu (30/11) sekitar pukul 20.00, mencoba kabur dari sergapan petugas. Kini, tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, tersangka Junaidi sudah 10 kali melakukan aksi kejahatannya. Terakhir, pelaku membobol mobil Jazz milik korban Irsan Rizqi (37) di Jalan Brigjend Hasan Kasim tepatnya area parkir Toko Andinda, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Korban saat itu memarkirkan kendaraan di Area Parkir Toko Adinda, lalu Irsan masuk kedalam toko tersebut untuk berbelanja. Namun, saat hendak pulang, korban mendapati pintu mobilnya sudah dalam keadaan terbuka, serta barang-barang yang berada di dalam mobilnya sudah raib.

Kapolresta Palembang AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut, Satreskrim Polresta Palembang langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka Junaidi berhasil diamankan oleh anggotanya.

“Jadi, sudah beberapa kali kejadian di Kota Palembang yang kendaraannya di pecah kaca, barang-barang berharga di dalam mobil diambil pelaku. Dari hasil penyelidikan anggota kita, berhasil mengungkap kasus denga modus pecah kaca tersebu, dan satu pelaku berhasil diamankan,” ucapnya saat di konfirmasi, Kamis (1/12) sore.

Lanjutnya, tersangka sudah berapa kali melakukan tindak kejahatan tersebut. Setidaknya, sudah ada 10 laporan yang masuk ke Polresta Palembang maupun Polsek setempat. Selain itu, tersangka tidak sendirian melancarkan aksinya, oleh karena itu pihaknya akan melakukan pengembangan.

“Terindikasi tersangka tidak sendirian melakukan aksinya, akan terus kita dalami. Tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan 7 tahun penjar. Modus yang digunakan tersangka, dengan merusak kunci mobil serta memecahkan kaca,” tambahnya.

Sementara itu, tersangka Junaidi mengatakan ia sudah sembilan kali melakukan aksinya. Satu kali beraksi, biasanya ia mendapatkan uang sekitar 2 hingga 3 juta. Uangnya, ia gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan berfoya-foya dengan teman-temannya.

“Sudah sembilan kali, kadang dapat ponsel, laptop, dan uang. Biasanya, saya mengincar mobil merk Honda, karena alarm tidak akan berbunyi, dicongkel kunci, pakai kunci later T. Saya beraksi sudah sejak tahun 2014 hingga sekarang, biasanya sendirian,” tutupnya.

Untuk barang bukti, Satreskrim Polresta Palembang mengatakan puluhan tas berbagai jenis dan merk, serta puluhan STNK sepeda motor dan mobil. Selain itu, juga diamankan BPKB mobil dan motor, kunci kontak serta Lima buku tabungan. (korankito.com/denny)