Bisa Dipercaya

17.854 RTS Palembang Terima PKH Tahap Tiga

 

PKH TAHAP TIGA:  Sekretaris Daerah Kota Palembang Harobin Mastofa serahkan dana PKH tahap tiga secara simbolis kepada salah satu warga, Kamis (1/12). Foto/Ria
PKH TAHAP TIGA: Sekretaris Daerah Kota Palembang Harobin Mastofa serahkan dana PKH tahap tiga secara simbolis kepada salah satu warga, Kamis (1/12). Foto/Ria

 

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali menyalurkan bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke-3 kepada 17.854 rumah tangga sasaran 9RTS) di Ruang Parameswara Setda Kota Palembang, Kamis (1/12).

Berita Sejenis

12.412 PNS Kota Palembang Belum Terima Gaji

Pemantapan Nomenklatur, Kemendagri Apresiasi Kota Palembang

13 Pejabat Pemkot Dirotasi

1 daripada 8

Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai ini diserahkan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Harobin Mastofa. Dalam kesempatan itu Harobin mengatakan, PKH merupakan program perlindungan sosial dari pemerintah pusat yang disalurkan secara non-tunai kepada keluarga miskin. Dimana program ini digagas oleh Kementrian Sosial (Kemensos) RI untuk mengurangi beban keluarga miskin. Selain keluarga miskin agar dapat memutus mata rantai kemiskinan. PKH ini juga diperuntukkan untuk lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

“Dengan adanya program dengan sasaran untuk memutus mata rantai kemiskinan ini nantinya masyarakat miskin dapat keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.

Palembang saat ini menjadi kota dengan penerima PKH terbesar di Indonesia. Adapun jumlah penerima PKH  Palembang sebanyak 17.854 RTS. “Ini merupakan angka yang cukup besar. Tapi bukan berarti di Palembang banyak warga miskin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ada lima komponen percepatan melalui program PKH ini yakni pengurangan penduduk miskin, pendidikan dasar, kesetaraan gender, angka kematian bayi ibu dan balita serta pengurangan angka ibu melahirkan.

Dengan beralihnya proses pencairan dari tunai menjadi non tunai diharapkan dapat mengurangi kecurangan dikarenakan banyak yang tidak tepat sasaran di banyak masalah. Oleh sebab itu dengan proses non tunai memudahkan mengontrol, memantau pencairan dananya. “Non tunai memang merepotkan tapi paling tidak memberikan keamanan dan kenyamanan penerima,” katanya.(korankito.com/ria)