LRT Sumsel Pengerjaan Tercepat di Dunia

 

DISKUSI LRT : PUI - Transportasi dari tim ITB dan UNSRI Harun Al- Rasyid Lubis memberikan materi mengenai rute LRT Palembang dalam Focus Group Discussion LRT, Unsri, Rabu (30/11). Foto/eja

DISKUSI LRT : PUI – Transportasi dari tim ITB dan UNSRI Harun Al- Rasyid Lubis memberikan materi mengenai rute LRT Palembang dalam Focus Group Discussion LRT, Unsri, Rabu (30/11). Foto/eja

 

Palembang – Proyek Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan menjadi pengerjaan pembangunan tercepat di dunia, sebab cuma memakan waktu 2,5 tahun dengan panjang lintasan 23 kilometer (km) dan 13 stasiun pemberhentian.

“Dimulai sejak tanggal 21 Oktober 2015 – 30 Juni 2018. Panjang relnya mencapai 23 km, pengalaman di Malaysia saja dengan panjang rel 13 km waktunya 50 bulan, jadi proyek ini termasuk yang tercepat di Asean dan dunia,” ujar Wakil Kadiv II PT Waskita Karya Pius Sutrisno dalam Focus Group Discussion (FGD) LRT, di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, hari ini.

Project ini harusnya memakan waktu empat tahun pengerjaan, namun di Palembang harus diselesaikan dengan waktu 2,5 tahun untuk mengejar Asians Games 2018. “Semuanya dipercepat baik dari regulasinya dan pengerjaannya juga harus dipercepat,” tambahnya.

Diakuinya, sampai saat ini belum ada pembayaran dari Pemerintah. “Karena itulah Waskita Karya dipilih sebagai Kontraktor pembangunan LRT, karena Waskita sanggup membangun LRT meski belum ada biaya dari pemerintah dan hanya dijanjikan akan dibayar secepatnya,” ulasnya pada diskusi yang diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan itu.

Sementara itu, PUI – Transportasi dari tim ITB dan UNSRI Harun Al- Rasyid Lubis menambahkan, untuk mengurai kemacetan dalam pembangunan LRT harus adanya harmonisasi rute angkutan umum. “Seperti kita ketahui kemacetan akibat pembangunan LRT ini sudah semakin parah, maka dari itu harus adanya harmonisasi rute angkutan umum untuk menguraikannya,” tutur Harun.

FGD dan workshop nasional sistem angkutan masal umum LRT tersebut dibuka oleh Rektor Unsri Anis Saggaf, dihadiri Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Sumsel Nasrun Umar, Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono dan tamu undangan lainnya. (korankito.com/Eja)