Bisa Dipercaya

IATKI Diminta Lebih Fokus Keluarkan Sertifikasi Ketenagalistrikan

 

PELANTIKAN IATKI : Pengurus IATKI foro bersama dengan Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki seusai pelantikan, Rabu (30/11). Foto/Resha
PELANTIKAN IATKI : Pengurus IATKI foro bersama dengan Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki seusai pelantikan, Rabu (30/11). Foto/Resha

Palembang- Guna membangun kelistrikan ke arah lebih baik, pemberian sertifikasi pada ketenagalistrikan harus lebih serius dan fokus. Hal ini diungkap dalam pelantikan Ikatan Ahli Teknik Ketenagalistrikan Indonesia (IATKI) Sumsel, Rabu (30/11).

Berita Sejenis

SMP Karya Ibu Gelar Siraman Rohani

Heboh! Diduga Mabuk, Begini Kelakuan Ayu Ting Ting Kepada…

Muba Raih Penghargaan Peduli HAM

1 daripada 3.071

Ketua DPN-IATKI Djoko Darwanto Gitokarsono mengatakan, saat ini pemerintah tengah meningkatkan kinerja dibidang energi. Sehingga dibutuhkan ahli yang kompeten di bidang ini. “Kita harapkan pemberian sertifikat kompetensi dalam IATKI ini berhasil mengeluarkan ahli ketenagalistrikan yang andal dan berkualitas,” ujarnya.

Lanjutnya, hal ini penting. Sebab sebagai konsumsi wajib publik,  pemeliharaan listrik haruslah dipegang seorang tenaga kelistrikan yang benar-benar kompeten dibidangnya. Sehingga sebagai satu diantara lembaga yang mengeluarkan sertifikat kompetensi, IATKI Sumsel diharapkan dapat membantu dalam program pemerintah dibidang pengeluaran sertifikat kompetensi ketrnagalistrikan.

Senada dengan hal diatas, Wakil Gubernur Ishak Mekki yang mengatakan, saat ini pemerintah tengah giat dalam membangun beberapa pembangkit energi. Sehingga dengan usaha peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi dorongan yang baik. “Beberapa pembangunan seperti PLTG, PLTN, dan gas bumi, sudah banyak yang dibangun saat ini dari swasta maupun PLN sendiri,” ujar Ishak usai pelantikan.

Sehingga, ia berharap kedepannya program dari Presiden Joko Widodo dapat terealisasi. Yakni, Indonesia menuju 35.000 mega watt (MW). “Apa yang dicanangkan oleh Presiden, semoga dapat kita wujudkan dalam waktu lima tahun. Maka dari itu, kita harus kerja keras, terampil dan ahli di bidangnya serta bersinergi dengan semua pihak,” terangnya. (korankito.com/resha)