SFC Masih Kurang Konsentrasi

p_20161128_182135

Asisten Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan. Foto/Resha

Palembang – Hasil imbang yang didapat Sriwijaya FC kala menjamu Barito Putera dirasa tak memuaskan bagi kubu Supardi cs. Betapa tidak, laga kandang yang diharapkan dapat meraih poin penuh harus kandas oleh Laskar Antasari dengan skor 2-2.

Tampil dihadapan publik sendiri, Sriwijaya FC hanya berhasil menyarangkan satu gol melalui kaki Alberto ‘Beto’ Goncalves di menit ke-36. Namun gol kedua merupakan hadiah dari pemain Barito Putera lantaran M. Robi melakukan gol bunuh diri. Sedangkan dua gol dari Barito tercipta di menit ketiga melalui kaki  Paulo Sitanggang dan Yongki Ariwibowo di menit ke-81.

Asisten Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan menilai, pemain masih berada dalam kondisi letih pasca perjalanan pulang dari Serui. Hal ini mengakibatkan konsentrasi pemain menjadi kurang dan mengakibatkan kebobolan di menit awal dan menit-menit akhir.

“Tentunya dengan hasil seri 2-2 ini tidak memuaskan. Namun melihat penampilan anak-anak, mereka masih kelihatan lelah dan ada kejadian-kejadian seperti itu mereka masih trauma, mungkin mereka kurang konsentrasi,” ucap Hartono usai pertandingan.

Ditambahkan pemain Sriwijaya FC Hafit Ibrahim, kondisi kemudian masih belum pulih sebelumnya dari rekan-rekannya yang turun merumput sehingga hasil imbang tersebut bisa terjadi. “Pertandingan tadi cukup berat namun hasil tadi sangat maksimal. Pertandingan masih ada lagi dan kami sebagai pemain harus melanjutkan pertandingan yang tersisa,” tukasnya.

Sementara itu, pelatih caretacker Barito Putera Yunan Helmi mengatakan skema dan rancangannya telah berjalan rapi. Sehingga dengan perolehan imbang ini sudah menjadi prestasi bagi Barito Putera yang bertandang ke Palembang. “Kuncinya di lini tengah, ketika anak-anak berhasil menguasai tengah maka kita bisa mencapai hasil seperti ini,” ujar Yunan.

Lanjut Yunan, motivasi yang diberikan kepada pemainnya tentu menjadi pemicu terbakarnya semangat tim yang dibesutnya.“Tidak selayaknya Barito berada di dasar klasemen. Mereka harus bermain dengan apa yang ada di diri mereka. Itu yang menjadi modal mereka bermain,” tukasnya. (korankito.com/resha)