Kontra Barito, SFC tak Didampingi Widodo

p_20161128_160236

Menonton – Pelatih SFC Widodo C Putro menonton pertandingan dari tribun karena terkena sanksi larangan untuk tidak memberi instruksi dari bangku pelatih.

Palembang – Sriwijaya FC menjamu Barito Putera di kandangnya sendiri, stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Senin (28/11). Sayangnya, coach Widodo C. Putro harus parkir di tribun penonton.

Pelatih asal Cilacap ini terkena sanksi larangan untuk tidak memberi instruksi dari bangku pelatih. Ditemui usai pertandingan, ia mengaku cukup menyesalkan kejadian tersebut. Matanya yang berkaca-kaca cukup menggambarkan ia merasa kecewa dengan sanksi yang telah diberikan PT. Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

“Rasanya campur aduk mas, bagaimana perasaan saya ketika tidak bisa memberi instruksi kepada pemain secara langsung,” ucapnya singkat.

Sementara itu menurut Sekretaris Umum PT. Sriwijaya Optimis Mandiri selaku pengelola klub Sriwijaya FC Faisal Mursyid, Widodo terkena sanksi lantaran dituduh oleh operator kompetisi karena mengucapkan hinaan kepada wasit.

“Dia kena sanksi karena menurut PT. Gelora Trisula Semesta (GTS), Widodo melontarkan hinaan kepada wasit ketika kita bertandang ke Persela Lamongan,” ucap Faisal ketika ditemui di sela-sela pertandingan, Senin (28/11).

Hal ini menurutnya sangat disayangkan, karena pertandingan telah berjalan namun surat klarifikasi baru saja diberikan oleh PT. GTS satu hari sebelum Sriwijaya FC menjamu Barito Putera. Itupun tanpa adanya pemanggilan dari pihak GTS untuk meminta klarifikasi.

Tidak hanya Widodo, gelandang pengangkut air Sriwijaya FC Yuu Hyun Koo juga terkena nasib serupa. Dituduh melempar botol ke arah pemain, ia terkena larangan bermain dan denda Rp. 15 Juta Rupiah. Hal ini jelas merugikan pihak Sriwijaya FC sehingga mereka tidak dapat bermain secara optimal.

“Harusnya pihak GTS memanggil yang bersangkutan secara fisik untuk meminta klarifikasi. Jangan hanya memberi klarifikasi dalam bentuk surat, orangnya juga dipanggil. Operator harus bijak lah, jangan seperti ini,” tegas Faisal.

Namun pihaknya mengaku tak bisa berbuat banyak. Meski mereka telah memberikan jawaban dalam bentuk surat, namun respon yang didapat tidak memuaskan. Sehingga mereka lebih memilih untuk menjalani sisa laga selanjutnya. “Melihat kondisi sekarang ya, apa boleh buat,” pungkasnya. (korankito.com/resha)