Imigrasi Harus Perketat Izin TKA

images-1

Palembang – Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) meminta pihak Imigrasi dan Dinas Tenaga Kerja memperketat Tenaga Kerja Asing (TKA) yang makin marak bekerja disejumlah perusahaan di Sumsel. Hal itu dikatakan, anggota Komisi V DPRD Sumsel, Mardiansyah, Senin (28/11).

“Kita kepinginnya lebih ketat pengawasan TKA ke Sumsel ini,” kata Mardiansyah.

Menurutnya hal yang wajar jika TKA yang bekerja di Sumsel adalah TKA yang memiliki skill khusus. “Okelah andai mereka tenaga yang punya skill. Mungkin untuk transfer teknologi. Nah ada beberapa yang kami dapati ada TKA yang bekerja sebagai buruh kasar,” ungkapnya.

Pada rapat Komisi V, pihaknya telah meminta Dinas Tenaga Kerja, dan Imigrasi melakukan pengawasan ketat kepada TKA. Seperti contoh TKA yang bekerja di PT Semen Baturaja dan sejumlah TKA yang bekerja di Perusahan di Kabupaten Muaraenim.

Pihaknya meminta, perusahaan yang ada di Sumsel lebih mengutamakan pekerja lokal. “Pengawasan terhadap TKA tak hanya jadi pengawasan Disnaker tapi multisektoral. Masyaraka bisa, polisi bisa, Imigrasi juga diminta mengawasi,” imbuhnya.

Politisi PAN ini menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sidak terhadap sejumlah perusahaan yang banyak mempekerjakan TKA.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel bakal mendeportasi tenaga kerja asing (TKA) yang menyalahgunakan visa atau dokumen izin masuk seseorang ke suatu negara. Pempov juga mencatat ada sekitar 500 TKA yang bekerja di beberapa perusahaan besar di Sumsel.
Sekretaris Daerah Sumsel, Mukti Sulaiman mengatakan, 500 TKA tersebut tersebar dibeberapa perusahaan besar di Sumsel baik di perusahaa pertambangan maupun perkebunan. “Ada banyak TKA ini ada 500 an di Sumsel yang tersebar di beberapa perusahaan besar. Di pertambangan, di perkebunan ada,” kata Sekda.

Bebebepa TKA yang ada di Sumsel, lanjut Sekda banyak pula yang menyalahgunakan visa. “Ada yang masuk kategori visanya habis atau menyalahgunakan visa. visanya wisata tapi ternyata bekerja,” jelas Sekda.

Terkait hal tersebut, Sekda meminta Dinas Tenaga Kerja, Pol PP dan pihak Imigrasi mendata TKA dan memperketat TKA yang masuk ke wilayah Sumsel. Selain itu, kata Sekda bagi TKA yang terbukti menyalahgunakan visa dan atau visanya habis, pihaknya mengancam akan mendeportasi TKA tersebut kenegara asalnya.

“Ya, kalau  menyalahgunakan visa bisa dipulangkan, tapi kalau visanya habis diperpanjang, itu ada pertimbangan,” tukasnya. (korankito.com/reno)