Hendak Kabur, Tersangka Perampokan Ditembak Polisi 

dscn2222

TERSANGKA : Tersangka Akbar saat diinterogasi Kapolresta Palembang, AKBP Wahyu Bintoro, saat gelar perkara di Halaman Mapolresta Palemang. Foto/Denny

Palembang- Sempat buron selama satu bulan, tersangka pembunuhan terhadap Sri Ekawati (43) yang ditemukan tewas di Jalan SMA 19 Ogan Permata Indah (OPI), Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang berhasil ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang.
Tersangka Fathul Akbar (25) ditangkap saat sedang berada di rumah temanya di kawasan Kecamatan Plaju, Palembang, Minggu (27/11) malam. Lantaran mencoba kabur, petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan dua timah panas di kaki kirinya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang. Sementara satu pelaku lainnya KR akan terus dikejar anggota kepolisian.
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa naas tersebut bermula saat korban Ekawati hendak pulang kerumahnya dengan menumpangi angkutan kota (angkot) jurusan Plaju-Ampera yang dikemudika KR (DPO) bersama Akbar yang duduk di bagian kursi belakang.
Kemudian, tersangka Akbar langsung menodongkan sebilah pisau ke arah korban, namun Ekawati mencoba melawan dengan cara mengambil pisau dari genggaman tersangka Akbar. Lalu, tersangka Akbar menghunuskan pisau tersebut ke arah tangan korban.

Tak hanya itu, tersangka Akbar juga menjerat leher Ekawati dengan tali tas selempang yang dikenakannya. Sedangkan, tersangka KR menikam tangan korban, lantaran korban mencoba menghentikan laju kendaraan yang dikemudikan keduanya.

Setelah korban tak bernyawa, kedua tersangka membuang jenazah wanita yang tinggal di Jalan Robani Kadir, Lorong Simpang Pipa, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju Palembang, di kawasan Perumahan OPI, Kecamatan SU I Palembang.

Sebelum meninggalkan korban, para pelaku terlebih dahulu menggasak barang-barang berharga milik Ekawati yakni lima gelas mas, dua ponsel, serta uang sebesar Rp 170 ribu.

Kapolresta Palembang AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan setelah melakukan penyelidikan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku. Menurutnya, motif pelaku menghabisi nyawa korban, lantaran ingin menguasai barang-barang berharga milik korban.

“Jadi hasil pemeriksaan sementara, untuk motifnya dia ingin menguasai barang-barang korban atau pencurian dengan kekerasan. Tersangka berjumlah dua orang, satunya masih DPO akan kita terus kejar,” ucanya saat gelar perkara di halaman Mapolresta Palembang, Senin (28/11) sore.

Diduga, lanjutnya, sebelum melancarkan aksinya, kedua tersangka sudah merencanakannya terlebih dahulu. Tersangka Akbar akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman seumur hidup penjara, sedangkan untuk barang bukti pihaknya mengamankan sebilah pisau, pakaian dan ponsel korban.

“Pelaku ini sudah merencanakan akisnya, jadi malam itu tersangka bersama KR sedang membawa angkotnya, kemudian naiklah korban ditengah jalan. Tidak jauh dari korban naik, tersangka langsung menganiaya korban hingga meninggal dunia,” paparnya.

Sementara itu, tersangka Akbar mengakatakan ia nekat merampok korban lantaran, saat itu uang setoran mobil yang dibawanya belum terpenuhi, sehingga ia berniat untuk melakukan aksinya.

“Baru satu kali ini pak, itu pun dilakukan terpaksa lantaran setoran uang mobil belum dapat, karena hujan terus. Saya, hanya mendapatkan uang Rp 500 ribu, setelah melakukan perampokan itu, saya melarikan diri ke Lampung,” tutupnya. (korankito.com/denny)