Dendam, Alkausar Bacok Tetangga

Alkausar tersangka penganiaya tetangga hingga luka bacok. Foto/Kardo

Alkausar tersangka penganiaya tetangga hingga luka bacok. Foto/Kardo

 

Palembang – Dendam membuat Alkausar (27) kalap dan nekat membacok Maryono (22) sehingga mengalami luka di pergelangan tangan.

Pelaku yang tercatat sebagai warga Jalan Bambang Utoyo, Kecamatan Ilir Timur (IT) II itu melakukan aksinya pada Kamis (24/11) pukul 10.30 di depan kediaman pelaku. Ketika itu, korban tengah melintas di depan rumah pelaku, melihat hal tersebut pelaku yang diselimuti dendam kesumat bergegas mengambil sebuah parang.

Korban yang lengah, langsung disergap pelaku sambil mengayunkan parang. Dengan gerakan refleks korban menangkis pakai tangan kosong, akibatnya lengan korban luka parah. Melihat kondisi itu pelaku langsung kabur, sementara puluhan tetangga heboh dan memberitahu keluarga korban yang kemudian membawa Maryono ke rumah sakit.

Setelah itu pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek IT ll, dan tidak sampai 24 jam tersangka pun berhasil diringkus petugas dirumahnya.

Namun, saat akan ditangkap pelaku sempat berusaha menyerang pihak kepolisian menggunakan sebilah parang, hingga petugas terpaksa memberikan tindak tegas dengan timah panas mendarat di kaki kiri pelaku.

Dihadapan petugas, pelaku pembacokan mengaku jika dirinya menyimpan dendam kepada korban, lantaran pernah terlibat perkelahian dan dikeroyok oleh korban. “Saya dendam dengan korban pak,  sebab dulu pernah dianiaya dan dikeroyok korban jadi aku balas saat korban lengah,” ungkap tersangka yang pernah menjadi residivis kasus curas dan pernah mendekam di Lapas Pakjo tahun 2009.

Disinggung mengenai tidakannya menyerang petugas kepolisian, tersangka mengaku, jika saat itu dirinya tidak mengetahui jika yang datang merupakan anggota polisi, saat itu ia menyangka jika anggota adalah teman korban. “Saya tidak tahu kalau itu polisi pak, jadi saya langsung serang saja pakai parang,” tambahnya.

Sementaa itu, Kapolsek IT II Kompol M Hadi Wijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Yundri menegaskan, jika pihaknya telah meringkus tersangka serta barang bukti berupa parang yang digunakan tersangka saat membacok korban. “Tersangka dan barang bukti berupa sebilah parang kita amankan. Atas tindakannya itu tersangka dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman lima tahun” singkat Wijaya.(korankito.com/kardo).