Atlet PPLP Jalani Tes Fisik

TES FISIK : Sejumlah atlet PPLP tengah menjalani tes fisik, kemarin. Foto/Resha

TES FISIK : Sejumlah atlet PPLP tengah menjalani tes fisik, kemarin. Foto/Resha

Palembang – Sebanyak 88 atlet Pusat Pembinaan Latihan Pelajar (PPLP) Sumsel menjalani tes fisik di stadion Jakabaring Sport City (JSC) digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel.

Dalam tes tersebut, atlet wushu Kgs. M. Khaikal menjadi yang terbaik mencapai level 12 balikan tiha dalam tes blip untuk mengukur endurance (daya tahan).

Bersama  87 atlet PPLP dan calon PPLP Khaikal cs diuji mulai dari daya tahan, kecepatan, kekuatan dan kelenturan. Kabid Peningkatakan Iptek dan Olahraga M. Taufik mengatakan, tes fisik idealnya dilakukan per tiga bulan, namun saat ini baru bisa bergulir enam bulan sekali. Artinya, sebagai tes semester kedua akan ada promosi dan degradasi dari hasil tes kali ini. “Kita harus sedikit kejam. Degradasi dan promosi harus betul-betul berjalan. Jika atlet tak sesuai dengan standar dan tidak ada peningkatan tentu akan di evaluasi. Lantaran, tujuan dari PPLP adalah sebagai wadah pembinaan menyiapkan atlet Sumsel dimasa depan,” ujar Taufik, kemarin.

Menurutnya, tes sendiri meliputi daya tahan, kecepatan, kekuatan dan kelenturan sebagai dasar kemampuan seorang atlet. Selanjutnya ada tes kecabangan yang dilakukan disetiap masing-masing cabor. “Kalau PPLP ada 40 atlet dari tujuh cabor. Tapi saat ini diikuti 87 karena sekaligus pra seleksi atlet calon PPLP,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PPLP Kemenpora Surono yang turun langsung menguji kemampuan atlet mengungkapkan, saat ini PPLP menjadi pondasi pembinaan atlet Indonesia masa depan. Sebab, hadirnya 33 PPLP yang tersebar di semua Provinsi dengan total 1558 atlet, atlet PPLP telah berbicara banyak di berbagai tingkatan. “Berdasarkan data jika kita lihat di PON Jabar 2016, sebanyak 899 atlet PPLP dan eks PPLP yang mewarnai serangkaian cabor. Lebih jauh, jika dikumpulkan berapa medali yang diperoleh jika PPLP berdiri sebagai kontingen sendiri akan berada di rangking empat nasional hanya dengan 24 cabor yang diikuti. Karena faktanya, di PON atlet PPLP dan eks PPLP berhasil meraih 132 emas, 87 perak dan 135 perunggu. Itu luar biasa,” ucap Surono.

Karena itu, menurut Surono sebagai kawah candradimuka bagi atlet pelajar, PPLP harus terus fokus membina dengan cara lebih benar. Seperti dengan memfokuskan beberapa cabor yang menjadi unggulan di provinsi masing-masing.

“Jadi masalah seleksi dan evaluasi, tahun depan dengan makin transparanya pembinaan. Kita akan membuat tes yang sama baik standar dan normanya. Sehingga semua se Indonesia akan mendapat hasil yang sama, dan di rangkingkan per cabor. Mengapa perlu tes, karena ini berkaitan dengan pembinaan prestasi yang alat ukuranya adalah tes dan pertandingan,” pungkasnya.(korankito.com/resha)