Spesialis Jambret Tersungkur Diterjang Timah Panas

JAMBRET : Tersangka jambret Yongki Filando jalan  terpincang-pincang saat digiring anggota Satreskrim Polsek SU I Palembang. Foto/denny

JAMBRET : Tersangka jambret Yongki Filando (kiri) jalan terpincang-pincang saat digiring anggota Satreskrim Polsek SU I Palembang. Foto/Denny

 

Palembang- Spesialis pelaku jambret yakni Yongki Filando (19) tersungkur setelah diterjang timah panas anggota Satreskrim Polsek SU I Palembang yang melakukan penangkapan di rumahnya, Sabtu (26/11) dini hari.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Faqih Usman, Kelurahan I Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang tersebut terpaksa merasakan ‘nikmatnya’ sel tahanan Mapolsek SU I.

Kapolsek SU I Palembang M Khalid Zulkarnain melalui Kanit Reskrim Iptu Azwan mengatakan, jika pelaku sudah dua kali melakukan aksi jambret di wilayah hukum Polsek SU I Palembang. Sedangkan, terakhir pelaku membobol rumah di kawasan 2 Ulu Palembang.

“Tersangka ini memang sudah DPO kita, ada beberapa laporan tindak kejahatan yang masuk ke kita. Saat ditangkap dia mencoba kabur dan melawan petugas, jadi terpaksa kita lumpuhkan dengan tembakan,” ucapnya saat gelar perkara di Mapolsek SU I Palembang, Ahad (27/11) siang.

Lanjutnya, tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara, sedangkan untuk barang bukti pihaknya mengamankan beberapa lembar baju dan celana yang dibeli pelaku dari hasil uang kejahatan.

Sementara, tersangka Yongki mengakui perbuatanya tersebut. Menurutnya, pertama ia melakukan jambret di kawasan 3 Ulu, kedua ia menjambret di Danau OPI Jakabaring. Terakhir, pada 4 November tadi, dirinya membobol rumah kosong di kawasan 2 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

“Waktu maling itu, rumah dalam keadaan kosong, tidak ada penghuni. Jadi, saya masuk ke dalam, dengan cara mendobrak pintu yang terbuat dari kayu. Saya sendirian pak, yang jambret baru bersama teman saya,” kata pemuda pengangguran ini.

Menurutnya, barang-barang hasil curian tersebut, sudah dijual dan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari. “Jambret cuma dapat ponsel pak, kalau yang mencuri itu, dapat ponsel dan uang Rp 3 juta. Uangnya sudah habis, untuk makan sehari-hari dan belanja pakaian,” tutupnya. (korankito.com/denny)