Lima Mega Proyek Serap 3.055 Tenaga Kerja Lokal

PEKERJA LOKAL : Sejumlah pekerja tengah melaksanakan tugasnya pada salah satu mega proyek LRT di Palembang, beberapa waktu lalu. Lima mega proyek di Palembang mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Foto/Ant

PEKERJA LOKAL : Sejumlah pekerja tengah melaksanakan tugasnya pada salah satu mega proyek LRT di Palembang, beberapa waktu lalu. Lima mega proyek di Palembang mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Foto/Ant

 

Palembang – Sebanyak 3.055 pekerja atau 95 persen dari 3.802 pekerja lima mega proyek di Palembang merupakan tenaga kerja lokal. Para pekerja itu diantaranya tersebar proyek light rail transit (LRT), proyek fly over simpang Tanjung Api-Api (TAA), fly over simpang Keramasan, proyek Jembatan Musi IV, dan Jembatan Musi VI.

“Jadi sejumlah pembangunan di Kota Palembang ini, ada manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang Yanuarpan Yany, Ahad (27/11).

Ia menjelaskan, selain memakai tenaga kerja lokal, pembangunan di lima mega proyek tersebut juga memakai tenaga kerja dari luar Kota Palembang sebanyak 745 tenaga kerja serta dua tenaga kerja asing.

“Dari survei yang dilakukan oleh anggota kita beberapa waktu yang lalu proyek LRT paling banyak menyerap tenaga kerja,” bebernya.

Dengan menyerap tenaga lokal yang sangat banyak, pembangunan ini diharapkan dapat menekan tingkat kriminalitas di Kota Palembang. Selain itu pembangunan ini juga dalam rangka menyukseskan Asian Games 2018.

“Jadi manfaatnya sangat besar. Karena warga yang belum memiliki pekerjaan dapat terlibat dipembangunan mega proyek itu. Wajar saja, koordinasi yang kita lakukan dengan Polresta Palembang mengungkapkan jika angka kriminal di Kota Palembang ini sedikit menurun,” katanya.

Menurut Yanuarpan, selama ini tidak ada masalah antara pekerja yang datang dari luar daerah maupun pekerja lokal. Selama ini tidak ada kendala apa-apa. Seperti permasalahan gaji yang diterima ataupun hak-hak mereka sebagai tenaga kerja. Kalaupun para pekerja ada kendala, karena perusahaan tidak memenuhi hak mereka, pihaknya akan menindaklajuti hal tersebut, karena tenaga kerja yang ada di kota Palembang ini menjadi tanggung jawab Disnaker.

Disinggung mengenai akan banyaknya pengangguran setelah beberapa proyek tersebut selesai nantinya. Yanuarpan mengaku tak terlalu mengkhawatirkannya. Yanuarpan menyakini hal tersebut, karena akan banyak proyek-proyek selanjutnya yang akan ada di kota Palembang. “Mungkin akan ada proyek besar lagi di Palembang nantinya. Masih banyak juga proyek-proyek kecil di Palembang, tidak mesti proyek besar. Apalagi penanaman modal di Kota Palembang bagus, asal sesuai dengan UU yang berlaku,” ungkapnya.

Ditanya mengenai jumlah pengangguran yang ada di kota Palembang, Yanuarpan mengaku tak terlalu pasti mengetahui. Namun, menurut data para pencari kerja pada Oktober 2016, data pencari kerja yang masuk di Disnaker mencapai 3.434 orang. “Data itu berdasarkan saat job fair,” tukasnya. (korankito.com/ria)