Sempat Vakum 12 Tahun, Kejurda Panahan Kembali Digelar

KEJURDA PANAHAN: Ratusan pelajar ikuti kejurda panahan Sumsel di Jakabaring Sport City, Sabtu (26/11). Foto/Resha

KEJURDA PANAHAN: Ratusan pelajar ikuti kejurda panahan Sumsel di Jakabaring Sport City, Sabtu (26/11). Foto/Resha

Palembang-Sebanyak 130 atlet panahan Sumatera Selatan (Sumsel) bertarung dalam Kejuaraan Daerah Panahan di venue panahan Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (26/11), yang terbagi dalam kategori SD, SMP, SMA hingga Umum.

Wakil Ketua II Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sumsel Andreas Leonardo mengatakan, kejuaraan ini kembali digelar setelah 12 tahun atau sejak 2005 vakum.Karena itu, menurutnya Kejurda ini menjadi awal baru bagi pembinaan cabang olahraga (cabor) panahan di Sumsel

“Syukur alhamdulillah animo cukup besar. Ada 130 peserta yang terlihat semangat dan ingin memperlihatkan hasil latihan mereka. Ada juga kelompok atlet SD yang membuat lucu pertandingan kali ini, tapi apapun itu saya harap kita start lagi demi prestasi cabor panahan Sumsel,” ujar Andreas

Lanjutnya, tujuan dari Kejurda ini pertama untuk menjaring atlet-atlet yang berpotensi agar dibina lebih intens. Apalagi, jumlah pensuduk Sumsel cukup banyak jadi masih sangat berpeluang mencetak atlet berprestasi.

“Kita tahu selain sehat dan sangat baik, olahraga ini adalah olahraga Rasulullah. Tentu ada manfaat lebih jika memang sudah dianjurkan. Karena itu, pemasalan kita harus kembali jalan dan kita harap paling tidak PON selanjutnya kita sudah bisa berbuat banyak,” tuturnya

Sementara itu, Wakil Binpres KONI Sumsel Syamsuramel mengatakan, jika ia memang sudah begitu kangen melihat Kejurda Panahan. Sejak 2004 baru kali ini bisa terselenggara lagi, artinya ini menjadi awal baru bagi Perpani Sumsel. Untuk itu, diungkapkan Ramel, diharapkan para orang tua dapat terus mensuport anaknya untuk menjadi atlet yang berprestasi.

“Jadi saya harap sabar dalam menjadikan anak. Karena, untuk meraih prestasi bukan hal instan. Bahkan jika betul-betul terukur dari pemasalan, pembibitan hingga pembinaan itu bisa mencapai waktu 16 tahun. Tidak ada yang instan dalam olahraga, dan saya bangga ini menjadi awal baik bagi panahan Sumsel,” ucap Ramel

Seperti diketahui, dalam Kejurda kali ini dibagi menjadi 5 kelas. ‎Mulai dari, pralon SD dengan jarak 10 -15‎ meter, pralon SMP 15-20‎ meter, Busur pemula SMP 15-20 meter‎, busur nasional SMA 25-30‎ meter dan umum kompon‎ 25-50 meter. (korankito.com/resha)