Pelajar SMAN 17 Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

PENYULUHAN NARKOBA: IIDI dan BNN Sumsel gelar penyuluhan bahaya narkoba yang diikuti ratusan pelajar SMAN 17 Palembang, Sabtu(26/11). Foto/ Eja

PENYULUHAN NARKOBA: IIDI dan BNN Sumsel gelar penyuluhan bahaya narkoba yang diikuti ratusan pelajar SMAN 17 Palembang, Sabtu(26/11). Foto/ Eja

Palembang – Ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Palembang ikuti penyuluhan bahaya narkoba yang digear Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) dan Badan Narkotika Nasional  (BNN) Sumsel, Sabtu (26/11).

Ketua IIDI Sumsel Nur Anita Alwirais mengatakan, bahaya narkoba tidak hanya melanda orang dewasa tapi juga remaja. Maka dari itu pihaknya bekerjasama dengan BNN untuk mensosialisasikan bahaya narkoba sedini mungkin kepada pelajar di Sumsel.
Kegiatan ini  adalah rangkaian acara HUT ke-62 IIDI karena organisasi ini merupakan organisasi sosial, pihaknya mengutamakan kegiatan yang berbasis pada pelayanan publik. “Sebelumnya juga kami pernah melakukan pemeriksaan dan perawatan kesehatan kepada balita dan orang tua lanjut usia melalui Posyandu di sekitar daerah rumah susun 24 Ilir,” ujar Anita di aula SMAN 17 Palembang, Sabu (26/11) pagi.
Diakuinya, saat ini IIDI tengah berupaya menjadikan generasi penerus yang sehat dan bebas narkoba. Melalui penyuluhan ini pihaknya ingin memberikan bekal pengetahuan bahaya narkoba kepada generasi muda yang sehat untuk menggantikan pemimpin sebelumnya. “Tujuannya untuk mencegah dan mensosialisasikan bahaya narkoba yang mengancam generasi muda. Karena narkoba merupakan virus yang berbahaya yang dapat menyerang semua kalangan,” katanya.
Insya Allah, tambah Anita, selanjutnya akan kami sosialisasikan ke sekolah lainnya, karena perencanaan programnya sudah tersusun dan tinggal menunggu penaturan waktunya saja.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara Krisna Dewi Rudyanto mengatakan, kedepan pihaknya akan mengadakan penyuluhan dari tingkat pendidikan dasar, karena yang paling mendesak saat ini adalah tingkat SMA, maka kita utamakan yang SMA. “Harapannya ilmu yang mereka dapat disini dapat mereka imbaskan ke lingkungan tempat tinggal dan dimana saja mereka bergaul,” pungkas Krisna.(korankito.com/eja)