Bisa Dipercaya

KPAI Apresiasi Polresta Cepat Tanggap Tangani Kasus Pembunuhan Anak

PEMBUNUH ANAK : Sekretaris KPAI Arist Merdeka Sirait temui tersangka Siska di Mapolresta Palembang, Sabtu (26/11) yang membunuh anak kandung. Foto/ Denny
PEMBUNUH ANAK : Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait temui tersangka Siska di Mapolresta Palembang, Sabtu (26/11) yang membunuh anak kandung. Foto/ Denny

Palembang- Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi kinerja jajaran Polresta Palembang yang cepat tanggap menangani kasus pembunuhan anak yang dilakukan ibu kandung.

“Saya apresiasi buat Polresta Palembang yang cepat tanggap akan kasus ini, kedepannya harapan dapat mengumpulkan bukti-bukti untuk dilanjutkan ke jaksa penuntut umum,” ujar Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait saat bekunjung ke Mapolresta memantau tewasnya bocah empat tahun ditangan ibu kandung, Sabtu (26/11).
Menyikapi kejadian tersebut, Arist mengusulkan perlu ada gerakan perlindungan anak di setiap kampung-kampung agar nantinya tetangga dapat saling memperhatikan satu sama lainnya.
Ia mengungkapkan, hendaknya peristiwa ini dapat dijadikan pelajaran bagi keluarga-keluarga dimana pun berada khususnya Sumatera Selatan (Sumsel) agar dapat mengedepankan kepentingan terbaik anak.
“Apa yang terjadi di keluarga S ini, saya kira tidak berdiri sendiri. Ada kontribusi yang lain, bisa suami, tetangga dan lainnya. Sehingga, kekerasan terhadap korban sudah berlangsung sangat lama dengan kurun waktu tiga bulan,” ucapnya.
Menurut Arist, apapun alasannya pelaku dapat diancam dengan hukuman 15 tahun ditambah sepertiga. “Karena dilakukan oleh orangtua kandung yang seharusnya melindungi, maka hukumannya maksimal 15 tahun ditambah sepertiga dari hukuman tersebut,” jelasnya
Sementara itu, tersangka Siska Nopriana (23) ibu kandung yang tega membunuh anaknya sendiri Brayn Aditya Fadhillah (4) di rumah kontrakannya Jalan Lubuk Bakung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Selasa (21/11) kemarin, tampak sangat menyesali perbuatannya.
Saat berdialog dengan Arist Merdeka Sirait di Ruang Kasat Reskrim Polresta Palembang, Sabtu (26/11) siang, air mata Siska mengucur deras. Ia juga menyampaikan permintaan maafnya kepada almarhum anak semata wayangnya.
“Nak, bunda minta maaf. Bunda menyesal sudah melakukanya kepada Brayn. Tenang-tenang di surga yah, jangan bayang-bayangi bunda,” ucap Siska dengan nada terbata-bata.
Selain itu, ia juga meminta maaf dengan suaminya Sulbani (30) berserta keluarganya. “Saya juga meminta maaf dengan suami saya, mungkin kata-kata maaf ini tidak ada artinya bagi mereka. Namun, perlu diketahui saya sangat menyesal dengan apa yang sudah saya lakukuan ini,” tuturnya. (korankito.com/Denny)
Berita Sejenis
1 daripada 3.074