Diancam Dibunuh, DP ‘Diperawani’ Bapak Tiri

 

LAPOR POLISI : DP melaporkan prilaku bapak tirinya ke SPKT Polresta Palembang, Sabtu (26/11). Foto/Denny

LAPOR POLISI : DP melaporkan prilaku bapak tirinya ke SPKT Polresta Palembang, Sabtu (26/11). Foto/Denny

Palembang- Dibawah ancaman akan dibunuh, DP (15) yang tinggal di Kawasan Jalan Kapten A Rivai, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, harus merelakan kegadisannya di renggut oleh bapak tirinya HI (37) secara berulang kali.

Atas kejadian tersebut, korban ditemani ayah kandungnya BW (36) warga kawasan Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Sabtu (26/11), untuk melaporkan suami mantan istrinya tersebut.

Dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang, korban menuturkan kejadian pertama kali yang ia alami terjadi pada 2014. Dimana saat itu, DP sedang berada didalam kamar rumahnya, lalu masuklah terlapor yang hanya mengenakan celana pendek.

Lantas, HI langsung menindih korban seraya membuka paksa baju serta celana DP. Mendapati hal tersebut, korban sempat memberontak dan menjerit, namun terlapor mengancam akan membunuhnya jika tidak menuruti kemauan bejat terlapor.

Merasa ketakutan, korban pun merelakan keperawanannya direnggut sang bapak tiri. Bahkan, menurut pengakuan korban perlakuan tak senonoh yang dilakukan HI dilakukan secara berulang kali hingga 2015. “Saya tidak senang anak saya diperlakukan seperti itu, saya minta pelaku cepat ditangkap. Saya baru mengetahui kejadian ini pagi tadi, setelah anak saya menceritakannya. Selama ini, kami tinggal terpisah dia ikut ibunya,” ucapnya dihadapan petugas piket, Sabtu (26/11) siang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya, berkas korban akan segera dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang. “Berkasnya akan diserahkan ke Unit PPA Polresta Palembang untuk ditindaklanjuti, korban juga sudah kita mintai untuk visum,” singkatnya. (korankito.com/denny)