Bisa Dipercaya

280 Dosen PTS Ikuti Tes Masuk UGM

TES KE UGM: Sebanyak 280 dosen PTS ikuti tes masuk UGM, Sabtu (26/11). Foto/Eja
TES KE UGM: Sebanyak 280 dosen PTS ikuti tes masuk UGM, Sabtu (26/11). Foto/Eja

Palembang – Sebanyak 280 dosen perguruan tinggi swasta di bawah Kopertis Wilayah II ikuti tes ujian masuk Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta jenjang Strata III (S3) atau  Doktor.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari memorandum of understanding (MoU) antara Kopertis Wilayah II dan UGM sebagai salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan perguruan tinggi melalui SDM dosennya.
“Dipilihnya UGM menjadi tempat kuliah dosen yang akan mengambil gelar Doktor, karena disana banyak variasi program studi (prodi). Mereka juga berakreditasi A dan terkareditasi World Class University. Jadi sudah terjamin lulusan disana itu berkualitas,” ungkap Ketua Kopertis Wilayah II Slamet Widodo, Sabtu (26/11) pagi.
Menurut Slamet, antusias PTS sendiri untuk mengkuliahkan dosennya sangat besar sekali, baik mengirimkan dosen yang PNS maupun Non-PNS. “Tadi saja ada yang terlambat mendaftar, jadi hanya 280 orang yang diikutkan tes. Untuk yang terlambat mendaftar karena melewati batas waktu yang ditentukan, akan kami konsultasikan lagi dengan pihak UGM membuka penerimaan untuk gelombang kedua. Jadi yang saat ini mengikuti tes hanya 280 orang dosen dan yang paling banyak itu dosen dari PTS Sumatera Selatan dan Bengkulu,” tegasnya.

Pihaknya berharap agar semua dosen yang mengikuti tes ujian masuk UGM ini dapat lulus semuanya. Tes masuknya sendiri ada dua bagian, yang pertama tes potensi akademik (TPA) dan Toefl dengan nilai minimum 500 poin. untuk tim pengawas dan pengujinya sendiri berasal dari UGM yang berjumlah sembilan orang. “Berhubung tidak ada batasan kuota dari UGM, maka kami berharap agar semuanya yang telah memenuhi persyaratan dari UGM dan juga yang mengikuti ujian dapat lulus 100 persen,” katanya.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Setahun Buron, Pencuri Burung Kacer Diringkus

1 daripada 3.076

Selain itu, tambah Slamet bagi mereka yang lulus semua biaya perkuliahan ditanggung secara pribadi maupun instansi mereka, sebab Kopertis Wilayah II hanya sebagai jembatan mereka memasuki UGM.

Diakui Slamet, MoU antara Kopertis dan universitas untuk menguliahkan dosennya mengambil program Doktor ini adalah yang pertama di Indonesia. “ini adalah kerjasama pertama, kami berharap kegiatan ini akan diikuti oleh Kopertis lain di seluruh Indonesia,” harap Slamet mengakhiri pembicaraan. (Korankito.com/Eja)