Tadi Pagi, PRT Tewas Dibegal di Perumahan Atlet Jakabaring

TEWAS DIBEGAL: Seorang PRT tewas setelah sepeda motor miliknya di rampas, di Perumahan Atlet, Jumat (25/11). Foto/Denny

TEWAS DIBEGAL: Seorang PRT tewas setelah sepeda motor miliknya di rampas, di Perumahan Atlet, Jumat (25/11). Foto/Denny

 

Palembang- Seorang pembantu rumah tangga (PRT) Nawaria alias Reni (40) warga Desa Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel, tewas mengenaskan setelah dirinya menjadi korban begal sepeda motor sadis di Perumahan Atlet Top, Kawasan Jakabaring, Jum’at (25/11) sekitar pukul 07.00.

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang, namun menghembuskan nafas terakhinya sekitar pukul 08.00.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa naas tersebut bermula saat korbann dari Pasar Induk hendak pulang ke rumah majikannya di Perumahan Atlet Top, Blok A 15, Kelurahan 15 Ulu, SU I Palembang, diperjalanan Reni dihadang dua orang pelaku.

Pelaku mencoba merampas sepeda motor Yamaha matic milik korban, diduga terdesak pelaku membunuh korban yang melakukan perlawanan.

“Saat itu, kami sedang mengendari motor, lalu melihat ada ibu-ibu yang dibegal. Kemudian, ibu-ibu itu minta tolong agar dibawa ke rumah sakit, dengan dibantu pihak keluarganya kami bawa,” ucap seorang pelajar Muhammad Azhari (17), yang saat itu sedang melintas di lokasi kejadian.

Lanjutnya, pelaku berjumlah dua orang, satu diantaranya mengenakan jaket kulit hitam. “Kami sempat mengejarnya pak, tetapi tidak terkejar. Setahu saya, ada dua orang pelakunya, menggunakan sepeda motor, satu pelaku menggunakan jaket warna hitam, yang satunya tidak lihat,” tuturnya.

Sementara itu, majikan korban Mala (50) menuturkan jika pagi itu, korban berpamitan pergi ke pasar induk untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, kemudian ia pun pergi bekerja. Saat sedang dalam perjalanan, ia ditelpon seseorang yang mengatakan jika pembantunya sudah jadi korban begal. “Dia bekerja dengan kami sudah dua tahun ini. Saya tidak tahu kejadian pastinya, saat di perjalanan ada yang telpon katanya, pembantu saya jadi korban begal, saya pun langsung pulang ke rumah. Motor yang dibawanya yang hilang,” tuturnya.

Hingga saat ini, anggota kepolisian masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti.(korankito.com/Denny)