Bisa Dipercaya

Anggita Sari Sebulan Diintai Polisi

Sebelum ditangkap polisi, Anggita Sari sudah diintai selama sebulan. Sampai akhirnya terbukti, sang artis memiliki puluhan butir pil psikotropika.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol J. Vivick Tjangkung mengatakan, timnya menelusuri informasi soal penyalahgunaan narkotika di Kemang, Jakarta Selatan. Dari informasi ini tim melakukan penyelidikan.

Berita Sejenis
1 daripada 3.098

“Anggota Subnit dipimpin Iptu Sudiyanto melakukan penyelidikan sekitar 1 bulan terhadap orang tersebut,” kata Kompol Vivick dalam keterangannya, Kamis (24/11).

Dari penyelidikan ini, tim menangkap Anggita pada pukul 00.30 WIB, Kamis (24/11) dini hari di Jl Graha Bintaro Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dari tangan model majalah dewasa ini, polisi menyita 14 butir psikotropika jenis merlopam, 25 butir psikotrika valdimex dan 20 butir psikotropika calmlet. Ditemukan juga 3 butir alprazolam dan 1 butir xanax.

“(Anggita Sari) tertangkap tangan, kedapatan memiliki, menyimpan psikotropika,” tegas Vivick.

Saat diperiksa, Anggita mengaku mendapatkan sejumlah psikotropika secara gratis yakni calmlet, alprazolam dan xanax. Sedangkan psikotropika jenis merlopam dan valdimex dibeli Anggita dari seseorang bernama Ezi di Hayam Wuruk. Ezi pun kini sedang diburu polisi.

Anggita kini berada di Mapolres Jaksel untuk pengembangan penyidikan. Dari hasil tes urine diketahui Anggita positif menggunakan narkotika jenis sabu, esktasi dan psikotropika.

Kini Anggita terancam pidana dengan sangkaan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. “Ancaman pidananya paling lama lima tahun penjara,” tegas Vivick.

Dalam keterangannya kepada polisi, Anggita mengaku menggunakan pil-pil tadi agar bisa tidur dan bisa menenangkan pikiran.

Polisi memastikan Anggita positif mengonsumsi narkotika. “Penyidik melakukan tes urine dari tersangka tersebut dan hasilnya positif menggunakan narkotika jenis sabu (MET), ekstasi (AMP) dan psikotropika (BZO),” tutup Kompol Vivick. O wib / berbagai sumber