Ratusan Guru di Palembang Periksa Kanker Serviks

PEMERIKSAAN SERVIKS: Ratusan guru ikuti pemeriksan kanker serviks, Kamis (24/11). Foto/Eja

PEMERIKSAAN SERVIKS: Ratusan guru ikuti pemeriksan kanker serviks, Kamis (24/11). Foto/Eja

Palembang – Sebanyak 200 ibu guru di Kota Palembang lakukan pemeriksaan kanker serviks yang juga dilakukan serentak di sepuluh provinsi di Indonesia.

“Kami berharap agar pengendalian kanker jadi perhatian masyarakat. Melaluo metode inspeksi visual untuk serviks dan untuk kanker payudara dilakukan pemeriksaan secara klinis sadanis,” ungkap Ibu Menteri Pertahanan (Menhan) RI Nora Ryamizard, di Palembang, Kamis (24/11).

Menurutnya, metode ini murah dan sangat bermanfaat terutama engingat angka kematian perempuan yang tinggi akibat mengidap kedua kanker ini. “Gaya hidup sehat itu penting. Jadi kita harus menjaga pola makan dan kandungan makanan yang kita konsumsi. Terutama untuk kanker serviks, kita harus menjauhi yang namanya seks bebas,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Istri Gubernur Sumsel Eliza Alex Noerdin, kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November. Atas dedikasi para ibu guru yang berkomitmen dan ikhtiarnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, pihaknya menyampaikan rasa terima kasihnya.

Menurut Eliza, gerakan nasional deteksi dini IVA test/Sadanis bagi ibu guru Indonesia ini merupakan sarana yang akan memacu pihaknya untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan. Pasalnya, kedua Kanker ini adalah yang paling umum ditemukan dalam kasus yang berujung kematian terhadap perempuan yaitu 1,4 juta perempuan di dunia yang mengidap salah satu dari kanker tersebut dan 40 persennya ada di Indonesia. “Setelah dilakukan pada April lalu, PKK Sumsel bekerja sama dengan Dinas Kesehatan telah melakukan pemeriksaan IVa dan Sadanis. Sehingga pada akhirnya dapat mendeteksi lebih dini gejala kanker tersebut dan dapat menurunkan penderita kanker servik dan payudara di Sumsel,” tambah Eliza.

Sementara itu, Sekertaris Persatuan Guru RI (PGRI) Sumatera Selatan (Sumsel) Surmana menyebutkan, pesertanya ada 200 ibu guru se-Kota Palembang yang berusia 30-50 dan sudah menikah. “Sebenarnya ada banyak ibu guru yang terdaftar di Kota Palembang, tapi hanya sebagian kecil saja yang masuk kategori tersebut,” tutur Surmana.

Kegiatan itu merupakan kepedulian negara untuk melindungi ibu-ibu yang merupakan sokonegara. Pihaknya berharap kegiatan ini akan menjadi agenda rutin ditiap tahunnya, atau per semesternya. “Yang pertama itu sehat dulu baru pintar,” pungkas Surmana. (korankito.com/Eja)