Bisa Dipercaya

Limbah B3 Dapat Bernilai Ekonomis

SEMINAR B3: Seminar bertajuk Pengelolaan Limbah Industri di Sumsel, Kamis (24/11). Foto/Azza
SEMINAR B3: Seminar bertajuk Pengelolaan Limbah Industri di Sumsel, Kamis (24/11). Foto/Azza

Palembang – Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) masih memiliki nilai ekonomis. Bahkan B3 bisa kembali menjadi bahan industri. Namun, dengan mempunyai nilai ekonomis dan sekaligus sifat  berbahaya, maka itu dalam pemanfaatannya kembali perlu diatur.

Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumsel Ridwan Firdaus pada seminar Pengelolaan Limbah Industri di Sumsel, Kamis (24/11).

Berita Sejenis
1 daripada 3.098

Ridwan mengungkapkan, sudah banyak upaya yang dilakukan dalam pengembangan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup. Namun, masih banyak permasalahan yang masih belum diatasi secara menyeluruh. Seperti pemahaman, pengelolaan SDA dan lingkungan hidup khususunya pengelolaan limbah B3 yang dilakukan para pelaku industri di Sumsel. “Limbah B3 merupakan limbah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung limbah. secara langsung atau tidak langsung dapat mencemari dan merusak lingkungan, kesehatan dan lainnya,” tutur Ridwan di hadapan para pelaku usaha dan peserta seminar itu.

Ia menegaskan, Pemprov Sumsel melalui BLH Provinsi Sumsel telah melakukan beberapa kegiatan dan program B3 pembinaan pelaku industri antara lain, pengawasan, pelaksanaan, penilaian, bimbingan teknis dan seminar. “Diharapkan para pelaku industri dapat memahami dan melaksanakan pengelolaan limbah utamanya pengelolaan B3 dengan baik dan bertanggung jawab. Sehingga pengelolaan limbah di Sumsel dapat lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Executive Komunitas Sahabat Alam Indonesia (KOSAI) Muhammad Arwadi menyampaikan, kegiatan ini berkerjasama dengan Forum Komunitas Hijau (FKH) Palembang dan instansi terkait.

Ia berharap lewat seminar itu ada solusi lingkungan semakin sehat. Begitu juga dalam memproduksi limbah semakin tetap positif dan tidak membahayakan masyarakat. “Semoga limbah industri yang dihasilkan baik di sekitar lingkungan masyarakat tidak berdampak buruk sehingga lingkungan kita tetap terjaga,” tutupnya.

Seminar ini juga menghadiri beberapa narasumber yaitu Kepala BLH Provinsi Sumsel diwakili Sekretaris BLH Provinsi Sumsel Ridwan Firdaus, M Said, PT dari Medco E dan P Indonesia, PT. Manggala Alam Lestari Dennie Junaedi serta dari Kementerian Kehutanan dan  Lingkungan Hidup M Faizal. (korankito.com/Azza)