Rumah Singgah Aswari ‘Selamatkan’ Maya

TAMU RUMAH SINGGAH: Maya asal Kota Lubuk Linggau sudah dua pekan terakhir tinggal di Rumah Singgah Aswari. Ia bersama suaminya mendapat pelayanan gratis selama mengurus anaknya berobat di rumah sakit. Foto/ Ria

TAMU RUMAH SINGGAH: Maya asal Kota Lubuk Linggau sudah dua pekan terakhir tinggal di Rumah Singgah Aswari. Ia bersama suaminya mendapat pelayanan gratis selama mengurus anaknya berobat di rumah sakit. Foto/ Ria

Palembang – Beban suami istri asal Kota Lubuk Linggau, Rahmat (27) dan Maya (20) itu menggunung. Betapa tidak, selain memikirkan biaya operasi cangkok tempurung untuk anaknya, pasangan itu juga harus merogoh kocek agak dalam selama hidup di Palembang dalam penantian sang buah hati berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Bari (RS Bari). Itu cerita awal Rahmat dan Maya ketika pertama mengantar sang anak Ahmad Arivai (2).

Sekarang beban tersebut berkurang, paling tidak yang semula harus ngontrak rumah di kawasan Kecamatan Kertapati, kali ini hal itu tidak menggayut lagi dalam benaknya. Rahmat dan Maya saat ini tinggal di Rumah Singgah Aswari yang berada persis di muka RS Bari. Di tempat itulah keduanya istirahat sembari menanti jadwal pengobatan sang anak di RS Bari. ‘’Alhamdulillah sekarang kami tidak ngontrak lagi, sebab sudah ada rumah singgah dengan pelayanan serba gratis,’’ ucap Maya yang mengaku sudah dua pekan menetap di Palembang.

Ia mengungkapkan, sangat terbantu sekali dengan adanya Rumah Singgah Aswari tersebut. Namun ia berharap, pihak rumah sakit segera memberi kamar agar anaknya bisa lekas dioperasi. “Harapannya pihak rumah sakit cepat merespon warga yang datang dari luar Palembang agar bisa segera dapat kamar dan segera dilayani. Kalau cepat terlayani kan kami cepat juga pulang dari sini karena pasti banyak warga lainnya yang juga membutuhkan rumah singgah ini. Tidak ingin juga lama-lama disini,” tukasnya. (Ria)