Pemkab Lahat Terus Perhatikan Potensi Alam

KEBUN BUAH NAGA: Ketua PKK Kabupaten Lahat Hj berkunjung ke kebuh buah naga di Desa Sirah

KEBUN BUAH NAGA: Ketua PKK Kabupaten Lahat Hj RR Kurnia Sismartianti Aswari berkunjung ke kebun buah naga di Desa Sirah, Kecamatan Merapi Timur, Selasa (22/11). Perkebunan buah naga masyarakat Desa Sirah layak untuk dikembangkan menjadi wisata argo. Foto/Ist

Lahat – Pembangunan di Bumi Seganti Setungguan ternyata tidak cuma terfokus pada infrastruktur, pengambangan potensi alam juga terus menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang dinakhodai H Aswari Riva’i sepanjang dua periode kepemimpinannya.

Salah satu yang akan dilirik untuk dikembangkan yakni potensi lahan perkebunan buah naga di Desa Sirah, Kecamatan Merapi Timur. Ditempat itu, sudah sejak tiga tahun belakangan masyarakat setempat menggarap lahan tidur menjadi kebun buah naga.

“Berawal dari lahan yang luasnya cuma 1/4 hektare kami coba tanam 150 pohon buah naga,’’ ujar Angga (30) warga setempat, Selasa (22/11).

Rupanya, papar Angga, setelah sembilan bulan muncul tunas bunga yang menjadi buah. ‘’Mungkin itu faktor kondisi tanah dan udara yang panas sangat cocok untuk tanaman dragon fruit atau buah naga,’’ katanya.

Hal menggembirakan tersebut, tambahnya, terus dikembangkan dengan membuat pembibitan setelah batang yang ada buahnya sudah diambil, berarti batangnya siap dijadikan bibit baru.

Menyaksikan tiga lahan perkebunan buah naga yang dipanen warga, Ketua PKK Hj RR Kurnia Sismartianti Aswari berdecak kagum. ‘’Ini luar biasa, pesan bapak Bupati lahan potensial di daerah ini layak untuk dijadikan wisata argo apalagi setiap bulan secara rutin dapat memanen,’’ ujar Bunda Lisa saat berkunjung ke Desa Sirah di damping Camat Merapi Timur Gemris Palo.

Ia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan para warga dan berharap  Pemkab Lahat dapat membantu masyarakat setempat mengembangkan pula sektor hulu. ‘’Harapan kita ibu PKK desa dan kecamatan, mengolahnya menjadi selai dan jus untuk aneka olahan buah naga, apalagi tidak jauh dari jalan lintas kabupaten,’’ paparnya.

Bisa pula, tambahnya, para petani mempersiapkan keranjang agar wisatawan yang datang dapat memetik sendiri. ‘’Banyak yang bisa dibuat dari lahan buah yang potensial ini,” ungkap Bunda Lisa lagi.

Di sektor lain, komitmen menjaga kelestarian ekosistem air dan mencegah punahnya ikan air tawar juga menjadi ikon Pemkab Lahat. Tengok saja, seusai Rakerwil Pemuda Muhamadiyah, Bupati Aswari mengajak peserta rakerwil melepas bibit ikan di Sungai Lematang.

“Ya setidaknya dalam satu bulan itu kita targetkan ribuan anak ikan kita lepas di sungai dan hal tersebut sudah berlangsung lama, Nanti kalau ikanya sudah besar dan berkembang silakan dinikmati masyarakat namun kita juga meminta agar warga tidak menangkap dengan cara-cara terlarang, ” ungkap Aswari, saat melepas tiga ribu bibit ikan Nila, Ahad (20/11).

Bupati mengngkapkan, sebagai umat muslim dan masyarakat jelas mempunyai tanggung jawab menjaga alam.

Sementara itu, Pengurus DPW Pemuda Muhammadiyah Sumsel Zulfikar mengatakan, sangat mendukung upaya bupati Lahat terus mengembangkan ikan di sungai. ‘’Apalagi untuk kepentingan bersama, dan semoga pula ikan bermaanfaat bagi masyarakat, ” ujarnya (Hasjim)