Kapal Dihantam Ombak, Skuad SFC Terdampar di Pulau tak Berpenghuni

 

DIHANTAM OMBAK: Pemain Sriwijaya FC yang bersiap menyeberang dari Biak menuju Serui. Foto/IG SP

DIHANTAM OMBAK: Pemain Sriwijaya FC yang bersiap menyeberang dari Biak menuju Serui. Foto/IG SP

Palembang – Perjalanan pulang punggawa Sriwijaya FC dari Kota Serui menuju Biak, mengalami musibah. Tiga kapal yang mereka tumpangi dihantam ombak tinggi.

Hal itu dikatakan salah satu pemain Sriwijaya FC Talaohu Abdul Mushafri, ketika dikonfirmasi via telepon seluler, Senin (21/11) siang ini.

Menurut Mushafri,  perjalanan kapal selama tiga jam tersebut mengalami kendala mesin di tengah lautan. “Kami di kapal pertama juga mengalami mati mesin. Saya juga nggak menyangka, ombaknya besar seperti itu nggak bisa saya membayangkannya,” ucapnya kepada Koran Kito.

Beruntung, mereka yang di kloter pertama ini bisa mengatasi kerusakan mesin di tengah lautan tersebut. Sehingga kapal pertama tersebut bisa mengejar pesawat menuju ke Makassar.

Namun dua kapal lainnya mengalami nasib sial. Mesin mereka tidak bisa langsung diatasi kerusakannya sehingga harus menepi terlebih dahulu di pulau tak berpenghuni. “Ada Saya, Airlangga, Hafit, Wildansyah, Mariando, Riszky, Firman Utina, Sigit, coach Wid nggak ikut. Mungkin di kloter dua atau tiga,’’ bebernya.

Sesampainya di Makassar, Mushafri mendapat kabar jika semua penumpang kapal di kloter dua dan tiga berhasil selamat. Saat ini mereka sedang berada di Biak, dan menunggu penerbangan ke Makassar. “Kami tahu mereka semua telah selamat ketika kami sampai di Makassar, mereka semua selamat di Biak. Mungkin mereka nginap dulu,” tukasnya.

Perjalanan Sriwijaya FC di Serui cukup panjang. Usai naik kapal, mereka harus naik pesawat menuju Jakarta, namun harus transit dulu di Kota Makassar. Sehingga Sriwijaya FC bakal mengalami keterlambatan untuk sampai ke kota Palembang. (korankito.com/Resha)