Bisa Dipercaya

Bocah Empat Tahun Tewas Dianiaya

BOCAH DIANIAYA: Petugas Polresta Palembang membawa bocah empat tahun ke RS Bhayangkara karenatewas dianiaya, Senin(21/11). Foto/Denny
BOCAH DIANIAYA: Petugas Polresta Palembang membawa bocah empat tahun ke RS Bhayangkara karenatewas dianiaya, Senin(21/11). Foto/Denny
Palembang – Seorang ibu rumah tangga (IRT) Siska Nopriana (23) tega aniaya anaknya hingga meninggal, Senin (21/11).
IRT yang tercatat sebagai warga Lubuk Bakung, Lorong Sejahtera, Kecamatan Sukarami itu kesal terhadap anaknya Brayn Aditya Fadhillah (4), lalu menendang sang bocah dua kali. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 tersebut mengakibatkan Brayn kejang-kejang.
Panik dengan kondisi anaknya, tersangka mengunci rumah lalu ke Polresta Palembang untuk menyerahkan diri atas perbuatanya terhadap korban Brayn.
Mendapati laporan tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Unit SPKT, dan Unit Identifikasi Polretsa Palembang, mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara Palembang.
Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 15..00 ada seorang wanita yang mendatangi Polresta Palembang serta mengaku jika sudah melakukan penganiayaan terhadap putra semata wayangnya.
“Mendapati pengakuan tersangka, anggota kita langsung mendatangi TKP. Ternyata, saat tiba di lokasi, anggota kita menemukan korban dalam keadaan tergeletak dan tidak bernyawa lagi, anggota kita langsung membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara,” ucapnya saat di konfirmasi.
Pelaku terancam akan dikenakan pasal 80 UU RI No 35 Tahun 2004 dengan ancaman kurungan diatasi lima tahun penjara. “Saat ini, anggota kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, karena terdapat banyak bekas luka di tubuh korban,” tambahnya.
Sementara tersangka sendiri, hingga saat ini belum bisa diwawancarai terkait pembunuhan yang dilakukannya terhadap putranya sendiri. (Korankito.com/Denny)