Pemkot  Tunda Kenaikan Sewa Pasar Tradisional

Wali Kota Palembang Harnojoyo. Foto/net

Wali Kota Palembang Harnojoyo. Foto/net

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akhirnya memutuskan untuk menunda kenaikan sewa kios/lapak pedagang pasar tradisional. Penundaan kenaikan tarif sewa kios di sejumlah pasar tradisional itu setelah adanya penolakan dari pedagang beberapa waktu lalu.

“Kenaikan harga sewa lapak dan kios pasar tradisional kita tunda dulu,” kata Harnojoyo, Minggu (20/11) disela-sela melakukan kerja bakti gotong royong di jalan Radial  Kelurahan  24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

Menurut, Harnojoyo perlu dilakukan kembali peninjauan kenaikan tarif dan melihat sesuai kemampuan pedagang. “Nanti akan kita bahas kembali dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya,” tegasnya.

Seharusnya kenaikan besaran kenaikan sewa lapak dan  kios harus disertai dengan sosialisasi kepada pedagang. “Jadi ada tahapan seharusnya dilakukan seperti sosialisasi dulu kepada pedagang,” katanya.

Senada disampaikan  Wakil Walikota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda mengungkapkan terjadinya polemik mengenai kenaikan sewa lapak/kios pedagang yang berbuntut aksi penolakan dari pedagang dengan mendatangi Kantor Walikota menjadi pertimbangan pemkot Palembang untuk menunda kenaikan sewa tarif lapak/kios.

“Jadi kita tunda dulu kenaikan sewa ini. Saya telah meminta PD Pasar melakukan evaluasi lagi mengenai tarif sewa ini,” ungkapnya, Minggu (20/11).

Finda menjelaskan adanya penundaan kenaikan sewa tersebut agar PD Pasar Palembang bisa melakukan evaluasi kembali mengenai kenaikan tarif sewa lapak/kios ini. Yang nantinya dari evaluasi tersebut akan ditentukan besaran tarif sewa yang pantas dan sesuai untuk diterapkan kepada pedagang.

Agar nantinya dengan kenaikan tarif yang baru tidak memberatkan seluruh pedagang pasar tradisional. Ia juga menimbang, bahwa penaikan harga diperlukan, namun harus melihat kondisi para pedagang juga.

“Kenaikan memang diperlukan untuk menunjang fasilitas dalam pasar. Dengan adanya kenaikan selain bisa dimanfaatkan untuk perbaikan pasar itu sendiri juga sebagai pemasukan PAD untuk Kota Palembang,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu mengungkapkan, sesuai dengan arahan dari Wakil Walikota Palembang, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terkait tarif sewa ini. “Kita ikuti saran dari pemerintah. Untuk evaluasi harga pasti,”jelasnya

Padmi (45), salah satu pedagang mengaku senang dengan penundaan tarif sewa lapak/kios tersebut. “Saya senang mendengar sewa lapak ditunda,” ungkapnya

Menurutnya pedagang tidak keberatan dengan adanya kenaikan sewa tapi jangan memberatkan pedagang. Apalagi ditengah perekonomian yang tidak stabil, penetapan kenaikan sewa tersebut dirasakan sangat menjerat para pedagang. (korankito.com/ria)