Nekat Curi Ponsel Polisi untuk Ongkos Ke Lahat

CURI PONSEL: Seorang remaja JFS, nekat curi telepon seluler milik polisi dengan alasan untuk ongkos ke Lahat, Jumat (18/11). Foto/Denny

CURI PONSEL: Seorang remaja JFS, nekat curi telepon seluler milik polisi dengan alasan untuk ongkos ke Lahat, Jumat (18/11). Foto/Denny

Palembang – JFS (18) warga Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) terpaksa mendekam di balik jeruji besi sel Polresta Palembang, karena nekat curi telepon seluler (ponsel) milik anggota kepolisian Polsek Kertapati.

Tersangka diserahkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jum’at (18/11) sekitar pukul 15.00.

Menurut pengakuan tersangka, aksi yang dilakukanya bermula saat mampir ke warung korban yang terletak di Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang untuk membeli minum dan makanan. “Saya melihat ada ponsel yang terkapar sedang di charge, saya ambil. Rencananya mau dijual untuk ongkos ke Lahat, saya ini orang rantauan pak, dari Jakarta mau ke Lahat, untuk bekerja di sana,” ucapnya saat gelar perkara di halaman Mapolresta Palembang.

JSFi mengaku, dirinya tidak tahu kalau ponsel yang dicurinya tersebut milik anggota kepolisian. “Kalau saya tahu, tidak akan saya curi pak, saya menyesal dan khilaf, baru satu kali inilah,” terangnya.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara membenarkan pihaknya menerima serahan tersangka pencurian. “Korban sedang charge ponselnya, lalu ditinggal. Saat korban kembali lagi, ponselnya sudah hilang. Ditanyakan dengan warga yang berada disekitar sana, banyak yang melihat tersangka berinisial JFS  ini yang mengambilnya,” ucap Andi.

Lanjutnya, untuk mengelabui korbannya, tersangka menyembunyikan ponsel tersebut di balik celana dalamnya. “Barang bukti yang kita amankan, ponsel Lenovo milik korban, pelaku terancam akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan acanam kurungan lima tahun penjara,” tutupnya. (korankito.com/Denny)