HKN Palembang Momentum Germas

HKN KE-51: Wali Kota Palembang Harnojoyo memyerahkan piala dalam acara HKN ke- 51 di Palembang, Jumat (18/12). HKN ke -51 ini merupakan moment malakuksn gerakan masyarakat hidup hidup sehat.

HKN KE-52: Wali Kota Palembang Harnojoyo memyerahkan piala dalam acara HKN ke- 52 di Palembang, Jumat (18/12). HKN ke -52 ini merupakan moment malakuksn gerakan masyarakat hidup hidup sehat.

Palembang – Kota Palembang memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 yang digelar di Kambang Iwak, Jumat (18/11).

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, melalui peringatan HKNl ke-52, merupakan momentum untuk mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kota Palembang.

Ia menjelaskan, pengembangan pola hidup sehat tersebut merupakan arahan dari Menteri Kesehatan RI. Masyarakat diimbau untuk mulai mengembangkan pola hidup sehat menuju Indonesia Sehat.

Karena itu untuk bisa sehat, tentu perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Sebab lingkungan yang buruk akan mudah didatangi penyakit. “Kita mulai Dengan gerakan moral menghidupkan lagi gotong royong. Ini sejalan dengan gerakan masyarakat hidup sehat,”ucap Harnojoyo.

HKN tahun ini diakuinya cukup spesial untuk Kota Palembang karena berhasil meraih prestasi puskesmas dan dokter terbaik nasional. Prestasi itu akan menjadi acuan untuk pelayanan kesehatan lainnya agar lebih baik lagi. “Kami imbau kepada SKPD terkait pelayanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit agar terus meningkatkan layanannya, terutama sosialisasi untuk hidup sehat,”ujar dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang Anton Suwindro mengatakan, masyarakat diimbau untuk menjaga pola hidup sehat, agar tidak mudah terserang penyakit. Melalui pencanangan GERMAS secara nasional mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan hidup sehat. “Selama ini pola hidup sehat memang terpantau belum baik,”terangnya.

Dijelaskannya, Jika lingkungan kita bersih, otomatis hidup kita akan sehat. Jadi kepada masyarakat, tetap selalu menjaga pola hidup yang sehat dan selalu menjaga lingkungan untuk tetap bersih. “Kita bersama-sama upayakan preventif terhadap serangan penyakit. Misalnya diare, bisa dicegah dengan sederhana yakni membiasakan mencuci tangan,”jelas Anton.

Ditegaskannya, apabila masyarakat sudah menjalani hidup sehat, maka beban pemerintah untuk pengobatan bisa berkurang. Dengan begitu, dana tersebut bisa dialihkan untuk pengobatan yang lebih spesifik. “Puskesmas sudah berstandar dengan tambahan layanan preventif ke pasien, berupa arahan bagaimana hidup sehat. Sosialisasi juga kita gencarkan,”tukas dia. (korankito.com/Ria)