Bisa Dipercaya

Tanggapi Dewan, Neraca Air dan Listrik Padam Jadi Alasan PDAM

 

Direktur Utama PDAM Tirta Musi Cik Mit. Foto/trb
Direktur Utama PDAM Tirta Musi Cik Mit. Foto/trb

Palembang – Kritikan pedas yang disampaikan anggota DPRD Kota Palembang terhadap kinerja pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi yang semakin menurun ditanggapi langsung PDAM Tirta Musi.

Berita Sejenis

Mengejar Impian Demi Sang Ayah

Sumsel Bakal Ciptakan Pramuka Berwawasan Ilmiah

Meilia : Utamakan Penunjang Akademik Mahasiswa

1 daripada 3.100

Direktur Utama PDAM Tirta Musi Cik Mit menjelaskan, ada dua hal permasalahan di PDAM yang mengakibatkan pelayanan menurun. Pertama, kondisi neraca air sedang negatif. Dimana kapasitas produksi air PDAM lebih rendah dibandingkan kebutuhan pelanggan. Berdasarkan perhitungan Konsultan IndII Pada tahun 2014 jumlah pelanggan PDAM saat ini 225.611 Sambungan Langganan (SL) sedangkan neraca air negatif telah mencapai -249 lt/detik. “Akibatnya jam pengaliran diperpendek bahkan beberapa wilayah dialiri secara bergilir,” kilahnya, Kamis (17/11).

Selain itu kendala lain yang dihadapi PDAM adalah masalah pemadaman listrik. Cikmit mengakui, pemadaman listrik masih sering terjadi hingga saat ini. Sebagai acuan, pada tahun 2016  rata-rata pemadaman listrik 77 jam per bulan. Bahkan pemadaman (-black out) ini sudah terjadi di Palembang sejak November 2014 lalu. Pemadaman listrik ini memperparah pengaliran air ke wilayah-wilayah yang dialiri dengan waktu yang pendek atau yang telah dialiri secara bergilir.

Seperti diketahui, Anggota Fraksi Gabungan Hanura, Amanat Persatuan Bulan Bintang, Adi Viktoria dalam rapat paripurna Dewan mempertanyakan adanya kendala yang tidak habis-habisnya dialamai PDAM Tirta Musi itu.

Ia menilai, banyak pemohon sambungan baru tidak bisa direalisasikan, berarti mencerminkan manajemen PDAM Tirta Musi berjalan tanpa inovasi. “Kami meminta walikota dapat segera melakukan penyegaran di manajemen PDAM. Diharapkan dengan pimpinan yang benar-benar menguasai secara teknis dan profesional,” ujarnya. (korankito.com/Ria)