Bisa Dipercaya

Polresta Palembang Antisipasi Konflik Isu Sara

 

KOBFLIK SARA: Polresta bersama Pemkot Palembang serta seluruh pemuka agama maupun stakeholder lainnya gelar apel bersama antisipasi munculnya konflik sara, di halaman Mapolresta, kamis (17/11). Foto/Denny
KOBFLIK SARA: Polresta bersama Pemkot Palembang serta seluruh pemuka agama maupun stakeholder lainnya gelar apel bersama antisipasi munculnya konflik sara, di halaman Mapolresta, kamis (17/11). Foto/Denny

Palembang- Jajaran Polresta Palembang bersama Pemerintahan Kota (Pemkot) Palembang akan tetap mengantisipasi adanya konflik antar masyarakat yang berkaitan dengan isu sara. Meskipun saat ini wilayah Kota Palembang masih dalam keadaan kondusif.

Berita Sejenis

Delapan ‘Teroris Jakfar’ Ditetapkan Tersangka

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

1 daripada 3.081

Hal itu dilakukan Polresta Palembang bersama instansi terkait dan pemuka agama di Kota Palembang dengan gelar Apel Besar Kebersamaan dalam Kebhinekaan Cinta Damai Kota Palembang, di halaman Mapolresta Palembang, Kamis (10/11) pagi.

Menurut Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Aria Dwianto, konflik pasti akan terjadi dimanapun dan kapanpun. Termasuk Kota Palembang sendiri, yang memiliki keanekaragaman suku bangsa, warga negara, asal keturunan, agama dan lainnya. “Kota Palembang didominasi warga pribumi dan umat beragama Islam, sampai saat ini hubungan antar mereka tetap berjalan sangat baik. Akan tetapi, kita tetap mewaspadai terjadinya konflik yang berkaitan dengan isu-isu sara,” jelasnya seusai apel.

Selain menyiagakan pasukan, Polresta Palembang menerjunkan Babinkamtibmas untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan terkait maraknya isu sara di luar wilayah Kota Palembang. “Jika ada potensi sekecil apapun, harus segera diredam dengan cara melakukan pendekatan ke masyarakat,” tambahnya.

Tommy menerangkan, antisipasi terjadinya konflik itu berkaca dari pengalaman-pengalaman yang terjadi di daerah lain. Dimana konflik isu sara muncul, sehingga merugikan banyak pihak. Selain terjadi kerusuhan, hal itu juga bisa menimbulkan korban. “Semua tempat, semua lokasi, mau siang, mau malam, potensi konflik pasti ada dan dapat terjadi. Bukan hanya kepolisian yang bertanggungjawab antisipasi ini, peranan pemerintah dan masyarakat juga penting agar konflik tidak terjadi,” tutur perwira berpangkat melati tiga itu.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo menambahkan, isu sara dapat memecah belah persatuan dan menimbulkan konflik sosial. Maka, Pemkot Palembang bekerjasana dengan Polresta Palemhang akan meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat. “Hal-hal kecil apapun bisa memicu terjadinya konflik, maka kita sangat mengantisipasi dengan ekstra, kemungkinan semua akan terjadi,” katanya.

Di era globalisasi ini, kata dia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa mengarahkan masyarakat ke pengaruh positif dan negatif. Hanya dengan mengakses internet, hampir tidak ada jarak pemisah satu wilayah dengan wilayah lainnya. “Inilah yang menjadikan mudah masuknya pengaruh asing pada kita. Masyarakat harus pintar dalam menyimak sebuah permasalahan jangan hanya menilai dari sepintas namun harus didalami dan diyakini kebenarannya,” terangnya.(korankito.com/Denny)