PD Pasar Abaikan Instruksi Wali Kota Menata Pedagang BJ

INSTRUKSI WALI KOTA: Blok A Pasar 16 Ilir yang dibangun dari swadaya pedagang itu terlihat kosong, Kamis (17/11). Sesuai Instruksi Wali Kota Palembang Blok A menjadi tempat penjual BJ tetapi PD Pasar Palembang Jaya menempatkan pedagang BJ di belakang gedung Pasar 16 Ilir. Foto/ria

INSTRUKSI WALI KOTA: Blok A Pasar 16 Ilir yang dibangun dari swadaya pedagang itu terlihat kosong, Kamis (17/11). Sesuai Instruksi Wali Kota Palembang Blok A menjadi tempat penjual BJ tetapi PD Pasar Palembang Jaya menempatkan pedagang BJ di belakang gedung Pasar 16 Ilir. Foto/ria

Palembang – PD Pasar Palembang Jaya abaikan Intruksi Wali Kota Palembang yang mengatur penataan pedagang pakaian bekas (BJ-red) yang ditempatkan di belakang Jalan Tengkuruk Blok A Pasar 16 Ilir.

Pantauan Koran Kito tadi siang menunjukkan, Blok A Pasar 16 Ilir yang dibangun dari swadaya pedagang itu terlihat kosong. Sedangkan PD Pasar Palembang Jaya menempatkan pedagang di pedestrian belakang gedung Pasar 16 Ilir.

“Padahal lapak yang dibangun untuk pedagang BJ itu sudah rampung dibangun,” kata Koordinator pedagang BJ di belakang Blok A, Abdul Manan.

Manan menjelaskan, di belakang Blok A bisa ditempati untuk 80 pedagang. Sedangkan sebelumnya lokasi belakang gedung Blok A digunakan pemilik toko untuk sampah. Karena itu Walikota Palembang menginginkan pedagang ditempatkan di belakang Blok A ini, lantaran saat melakukan inpeksi mendadak (sidak), Kamis (6/10/) lalu tersulut emosi melihat kawasan taman bawah Ampera dipenuhi sampah sisa pedagang pakaian bekas. “Hasil rapat dengan para pedagang mereka sepakat tetap ingin berjualan jika diberikan space di belakang Blok A,” imbuhnya.

Namun kenyataannya pedagang lebih memilih berdagang pakaian bekas di bawah jembatan Ampera, Pasar 10 Ulu dan di belakang gedung Pasar 16 Ilir lantaran di koordinator Dirut PD Pasar Palembang Jaya yang didelegasikan melalui koordinatornya Aris Munandar. “Sebenarnya pedagang sudah mau ditertibkan Pol PP karena mengunakan bahu jalan di belakang gedung Pasar 16 Ilir sebagai tempat berjualan,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya Asnawi P Ratu berkilah memegang SK sementara memperbolehkan pedagang di belakang gedung Pasar 16 Ilir untuk sementara. “Kalau di belakang gedung Pasar 16 Ilir itu untuk pedagang kuliner bukan untuk pedagang pakaian bekas,” katanya saat dihubungi via seluler.

Jika space belakang Blok A selesai dibangun, jelas Asnawi pihaknya baru akan merelokasi pedagang dibelakang Blok A. “Nanti pedagang pakaian bekas akan kita pindahkan dibelakang Blok A,” katanya sambil menutup telepon. (korankito.com/ria)