Bisa Dipercaya

Mahar Nikah Mahal, Ardi Rela Dipenjara

RELA DIPENJARA: Ardiansyah rela dipejara daripada menikahi sang pacar dengan mahar yang mahal, Kamis (17/11). Foto/Denny
RELA DIPENJARA: Ardiansyah rela dipejara daripada menikahi sang pacar dengan mahar yang mahal, Kamis (17/11). Foto/Denny

Palembang- Ardiansyah (20) warga Jalan Pendopo, Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Pali, Sumsel, harus merasakan dinginnya di balik jeruji besi Mapolresta Palembang, setelah dicokok Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, Rabu (16/11) malam.

Ia ditangkap, lantaran sudah menyetubuhi kekasihnya sendiri berinisial IS (19) secara berulang kali. Bahkan, pihak keluarga korban menilai jika pemuda pengangguran ini tida mau bertanggung jawab dengan menikahi korban. Oleh karena itulah, orangtua IS melaporkannya ke pihak kepolisian.

Berita Sejenis

Tim Satgas Lubuklinggau Cek Stok Jelang Natal

Temani Cari Ponsel, Pelajar SMA Diperkosa

Asah Otak Sebelum Tumpul

1 daripada 3.080

Menurut pengakuan tersangka Ardiansyah, ia bukan tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatan yang sudah berhubangan badan dengan IS. Melainkan, uang nikah yang diminta oleh keluarga korban hingga ratusan juta rupiah. “Saya mau bertanggung jawab, tetapi saya tidak bisa memenuhi permintaan keluarga dia yang meminta uang mahar Rp 100 juta. Ya, sudah saya rela dipenjara,” ucapnya saat ditemui di ruang pidana umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang, Kamis (17/11) siang.

Ardi mengatakan, jika dirinya mulai menjalin hubungan asmara dengan IS sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Selama itu, orangtua IS selalu menentang hubungan asmara keduanya. Akan tetapi, menjanjikan akan menikahkan keduanya jika sudah tamat sekolah. “Tapi setelah tamat sekolah, mahar yang dimintanya besar sekali pak. Kami tidak sanggup, orangtua saya hanya petani. Saya berjanji akan tanggung jawab, dan meminta keluarga pacar saya bisa lebih bijak lagi, saya baru mau mencari kerja,” tambahnya.

Lanjutnya, ia melakukan hubungan layaknya suami-istri tersebut sudah enam kali, itupun dilakukan atas dasar suka sama suka. “Kami suka sama suka pak, tidak ada paksaan. Sejak SMA kemarin kami, memang kami berasal dari daerah yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubaghumas Polresta Palembang Iptu Riska didampingi Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede mengatakan, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan. “Pelaku masih kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu,” singkatnya. (Korankito.com/Denny)