Coba Melawan, Dua Copet Ditembak

COPET DITEMBAK: Dua copet spesialis bus kota terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas setelah melawan petugas, Kamis (17/11).Foto/Denny

COPET DITEMBAK: Dua copet spesialis bus kota terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas setelah melawan petugas, Kamis (17/11).Foto/Denny

Palembang- Dua pelaku copet yang sering beraksi di bus kota, akhirnya tersungkur diterjang timah panas anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang setelah melakukan perlawan pakai senjata tajam saat hendak ditangkap, Kamis (17/11) siang.
Kedua tersangka yakni, Riko Irawan Ponda (27) warga Lorong Kalimantan, perumahan OPI, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I Palembang bersama temannya Muhammad Hendra Ardiansyah (28) warga Desa Betung, Kabupaten Banyuasin Sumsel.
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi kejahatan kedua pelaku bermula saat korban Ully Syafira Tambunan (17) hendak pulang ke rumahnya yang berada di kawasan Jalan Kopral Umar Said, Kelurahan 20 Ilir D-III, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, dengan menumpang bus kota jurusan Plaju-KM12.
Saat itu kondisi bus kota penuh penumpang, akhirnya korban memilih duduk di kursi barisan belakang. Kemudian, korban turun di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan SMAN 3, Kecamatan IT I Palembang, ketika tiba di rumah barulah Ully menyadari ponsel miliknya sudah raib.
Ia pun teringat ketika turun dari bus kota, dipepet dua orang tak dikenal dengan ciri-ciri menggunakan kaos warna biru garis abu-abu dan memiliki tato burung walet di leher. Sementara satu pelaku lainnya, memakai baju biru lengan panjang dan celana pendek.
Atas kejadian tersebut, Ully harus kehilangan satu unit ponsel iPhone 6 Plus seharga Rp2 juta, sehingga mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk membuat laporan atas peristiwa yang menimpanya.
Menerima laporan itu, Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan korban, pelaku berhasil dibekuk di kawasan Jalan Palembang-Betung, KM 12, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang.
Sewaktu dilakukan penangkapan pelaku mencoba kabur dan memberikan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam yang diselipkan di balik baju. Terpaksa, petugas Pidum Satreskrim Polresta Palembang melumpuhkan keduanya dengan timah panas dua lubang di kaki para tersangka.
Kasubaghumas Polresta Palembang, Iptu Riska didampingi Katim I Unit Pidum Aipda Agus Akbar membenarkan pihaknya telah berhasil menangkap pelaku. “Modus yang digunakan tersangka, memepet korbannya saat berada di dalam bus kota. Lalu, mengambil satu unit ponsel dari korban berinisial US. Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan anggota kita,” ucapnya saat gelar perkara.
Sedangkan tersangka Riko mengakui sudah mencopet korban. Menurutnya, ia hanya bertugas mengawasi saja, sedangkan temannya Hendra yang mengambil ponsel tersebut. “Saya hanya mengawasi pak, dia yang mengambil, tidak ada pekerjaan pak,” jelasnya meringis kesakitan.(korankito.com/Denny)