Bisa Dipercaya

Dana Program Sekolah Gratis Cair Besok

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo. Foto/Eja
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo. Foto/Eja

Palembang – Dana Program Sekolah Gratis (PSG) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk dua periode terakhir tahun ini yang tersendat segera dicairkan, soalnya PSG sekolah menengah atas (SMA) dan Sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak bisa dihibahkan pada 2017.

‘’Besaran dana PSG untuk dua periode, yaitu periode Juli-September dan periode Oktober- Desember 2016 mencapai Rp76 miliar. Paling lambat Jum’at (besok –red) dana itu akan cair,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo, Selasa (15/11).

Berita Sejenis
1 daripada 3.086

Menurutnya, ini adalah angin segar untuk para tenaga pendidik di Sumsel terutama ditingkat SMA dan SMK negeri, sebab dana PSG yang sempat mandek itu akan segera dicair. “Untuk jenjang SMA dan SMK negeri, harus dicairkan tahun ini juga, karena tahun depan menurut aturannya tidak boleh dihibahkan kembali. Berbeda dengan sekolah dasar (SD) hingga SMA/SMK swasta yang masih dapat dihibahkan kembali ditahun depan,” ulasnya.

Sementara itu Kepala SMAN 21 Palembang Zulkarnain mengaku, pencairan dana PSG itu sudah sering terlambat dan terkadang membuat tenaga pendidik resah. Bahkan diakuinya, dirinya sempat mendengar kabar jika pencairan dana PSG dua periode terakhir akan direalisasikan pada Januari 2017 mendatang. “Kabar ini sempat membuat resah kami. Tentu saja jika hal ini benar terjadi adanya, maka kami harus mencari seribu cara untuk menutupi pembayaran gaji tenaga pendidik honorer di sekolah. Sedangkan untuk kegiatan di sekolah kami memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan juga tertolong dengan adanya uang komite sekolah,” tukas Zulkarnain.

Lebih lanjut Zulkarnain menjelaskan, untuk guru honor disekolahnya dibayar sebesar Rp 25 ribu satu jam pelajaran dan pegawai honor dibayar antara Rp450 ribu hingga Rp 750 ribu per bulan. “Tenaga honorer disini ada 47 orang, dimana 32 orang guru honor dan sisanya adalah pegawai honor dengan pengeluaran per bulannya mencapai 13 jutaan rupiah. Ya, kalau misalnya dana koperasi sekolah kurang, saya harus tutupi pakai uang pribadi,” ujarnya. (korankito.com/eja)