Bisa Dipercaya

SMAN 21 Lantik Putra dan Putri Intelegensis

INTELEGENSI: Kepala SMAN 21 Zulkarnain lantik putra dan putri intelegensi sekolah, Senin (14/11). Foto/Eja
INTELEGENSI: Kepala SMAN 21 Zulkarnain lantik putra dan putri intelegensi sekolah, Senin (14/11). Foto/Eja

Palembang – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Palembang kembali lantik putra dan putri intelegensi dan pengurus kegiatan ekstrakurikuler, Senin (14/11).

“Sama seperti biasanya, pasca pelantikan menjadi putra dan putri intelegensi maka mereka akan menjalani beberapa tahapan tes penilaian lagi selama tiga minggu kedepan dengan memakai atribut putra dan putri intelegensi. Apakah mereka layak dikatakan sebagai putra dan putri intelegensi atau bisa saja gelar tersebut dicabut (diganti dengan yang lain),” ungkap Kepala SMAN 21 Palembang Zulkarnain kepada Koran Kito di ruang kerjanya, Senin (14/11).

Berita Sejenis

Simpan Lima Pelor, Udin Terjaring Razia

Berikut Penyebab ‘Learning Disabilities’ Yang…

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

1 daripada 3.068

Menurut Zulkarnain, pemilihan putra dan putri intelegensi serta kepengurusan organisasi ekstrakulikuler ini kurang lebih diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari pelajar kelas X dan kelas XI. Penyeleksian dan pelantikan ini merupakan bagian dari kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan mencari putra dan putri yang cerdas, berkepribadian  baik dan berpenampilan menarik, untuk menjadi ikon sekolah.

“Para kandidat sebelumnya akan diuji wawasan dan pengetahuan umum secara mendalam terkait dengan bidangnya, serta beretika. Kedepannya pemilihan ini akan terus diadakan dan agar para duta sekolah ini dapat memotivasi rekannya yang lain untuk menjadi lebih baik,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Waka Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 21 Palembang dan juga Pembina Ekstrakurikuler Edy Imron, pelajar dari kelas X dan XI ini akan diseleksi oleh kakak tingkatnya yakni (siswa kelas XII). Dimana mereka akan melalui tes IQ tertulis dengan membuka pendaftaran bagi siswa yang berminat saja.

“Yang mendaftar ada 40 anak dan yang kami ambil hanya 20 kandidat dengan nilai tertinggi. Lalu mereka akan kembali mengikuti tes wawancara dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta tes modeling (cara berjalan, duduk dan berdiri). Dari sana baru diluluskan beberapa duta untuk sekolah,” tambahnya.(korankito.com/Eja)