Bisa Dipercaya

Tiduri Pelajar SMA Hingga Hamil, Duda Anak Satu Dicokok Polisi 

dscn1705

Palembang – Lantaran sudah meniduri NT (16) seorang siswi sekolah menengah atas (SMA) di Kawasan Mariana, hingga hamil dua bulan, seorang duda anak satu Habibul Ikhwan (31) ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Mariana, Minggu (13/11) pagi.

Tersangka ditangkap saat sedang berada di rumahnya, di kawasan Lorong Pahlawan, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin Sumsel. Kini, untuk mempertangungjawabkan perbuatan Habibul harus mendekam di sel tahanan Mapolsekta Mariana.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Setahun Buron, Pencuri Burung Kacer Diringkus

1 daripada 3.076

Berdasarkan data yang dihimpun, perbuatan tak senonoh yang dilakukan tersangka terhadap NT, bermula saat ia berkenalan dengan korban pada bulan Juli 2016. Usai perkenalan tersebut, ia bersama korban saling menjalin komunikasi melalui telepon seluler (ponsel).

Kemudian, pelaku mengajak korban bermain kerumahnya yang saat itu dalam keadaan sepi, lantas NT pun menyetujuinya dengan mendatangi rumah Habibul. Disanalah, tersangka mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami-istri, namun korban menolak.

Pelaku terus membujuk rayu korban, sehingga NT mau melayani nafsu bejat Habibul. Usai kejadian pertama itu, keduanya terus melakukan hubungan terlarang tersebut berulang kali, hingga akhirnya korban mengandung dua bulan hasil benih cinta keduanya.

Kapolsek Mariana, AKP Nazirudin didampingi Kanit Reskrim Iptu Apriyadi mengatakan pihaknya sudah mengamankan pelaku persetubuhan anak dibawah umur. Menurut pengakuan korban, kedua menjalin hubungan asmara, dan pelaku membujuk rayu agar mau berhubungan badan.

“Mereka ini berpacaran, pelaku membujuk rayu dengan meyakinkan kalau benar-benar cinta dengan korban, sehingga terjadilah perbuatan tersebut di rumah tersangka,” ucapnya saat dimintai konfirmasi, Minggu (13/11) siang.

Lanjutnya, saat ini korban hamil tiga bulan, sehingga orangtua korban tak senang melaporkan ke pihak kepolisian. “Orangtua korban menuntut, karena masih dibawah umur. Pelaku akan dikenakan pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 15 tahun penjara,” tambahnya.

Sementara itu, tersangka Habibul mengakui sudah bersetubuh dengan korban. Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran didasari suka sama suka tidak ada unsur paksaan sedikit pun. Ia pun mengaku sudah berpacaran dengan NT sejak bulan Juli kemarin.

“Kami melakukannya sudah 10 kali lebih, suka sama suka tidak saya paksa. Kemarin saat tau dia hamil, saya mau bertanggung jawab, tetapi dia tidak mau saya nikahi, katanya mengancam akan bunuh diri kalau sampai saya datang ke rumahnya,” aku tersangka. (korankito.com/denny)