Pemkot Palembang Akan Bentuk Pol PP Kecamatan

POL PP KECAMATAN: Pemkot Palembang dalam waktu dekat akan membentul Satuan Polisi Pamong Praja di tingkat kecamatan. Foto/Ria

POL PP KECAMATAN: Pemkot Palembang dalam waktu dekat akan membentul Satuan Polisi Pamong Praja di tingkat kecamatan. Foto/Ria

Palembang – Dalam waktu dekat Sat Pol PP Palembang akan membentuk Satuan Kecamatan (Satcam).Pembentukan Satcam ini dalam rangka meningkatkan kinerja Sat Pol PP kedepannya. Hal itu terungkap usai apel Sat Pol PP yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa, Senin (14/11).

Sekda Kota Palembang, Harobin menegaskan Pol PP harus mempunyai loyalitas dan integritas, kerja keras dan kerja ikhlas. Apalagi, kedepan di tahun 2018 pihaknya bakal menghadapi tiga event sekaligus yakni Asian Games, Pilkada dan MotoGP. “Semua Pol PP harus mempunyai loyalitas tinggi. Karena bersama kita kuat,” imbuhnya.
Dirinya yakin dan percaya kalau Pol PP sangat solid dan terus bekerja dengan ikhlas. Apalagi akan dibentuknya Pol PP Pariwisata nantinya yang akan menjadikan kerja Pol PP akan bertambah.
Sementara itu Kasat Pol PP Palembang, Alex Ferdinandus menegaskan saat ini jumlah personil Pol PP belum jumlah yang ideal. Dengan jumlah personel sebanyak 482 orang, jelasnya Pol PP masih membutuhkan tambahan personel lagi untuk menunjang kinerja Sat Pol PP dilapangan. “Idealnya berjumlah 700-800 personel,” terangnya.
Dirinya menyebut, Pol PP sendiri disebar diseluruh kecamatan, kelurahan dan pasar di Palembang. “1 kecamatan harus ada tujuj hingga delapam personiel, belum tempat yang lainnya,” terangnya.
Bahkan selain membentuk Pol PP Pariwisata, ditahun depan pihaknya pun bakal membentuk Satcam (satuan Pol PP kecamatan) untuk meringankan dan mengefektifkan tugas Pol PP Kota dan jarak jangkauan lebih cepat dengan dipimpin Kasatcam. “Kedepannya memang harus seperti itu dengan penambahan personel,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan selama ini Pol PP melakukan beberapa tindakan seperti preventif,persuasif dan represif. “Kita terus mendorong masyarakat untuk tidak melanggar dan dan melakukan penertiban. Kalau masih tak mempan, baru akan kita amankan barang bukti,” pungkasnya. (korankito.com/ria)