Pelaku Begal Sepeda Motor Diringkus Polisi 

dscn1840

Palembang – Dua dari tiga kawanan pelaku begal sepeda motor yang sering meresahkan warga kawasan Seberang Ulu (SU) I Palembang, berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsekta SU I Palembang, Sabtu (12/11) sekitar pukul 23.00.

Pelaku yang ditangkap yakni, Bentar Sundari (31) warga Jalan KH Azhari, Lorong Keramasan, bersama temannya Heriyadi alias Cakuk (28) yang tinggal KH M Asik, Lorong Binjai, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

Selain itu, turut juga diamankan penadah barang hasil kejahatan kawanan pelaku yaitu Tri Dedi (39) warga Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang. Sedangkan pelaku lainnya berinisial TM (30) masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat kawanan pelaku sudah enam kali melancarkan aksinya di wilayah hukum Polsek SU I Palembang. Terakhir, para tersangka melancarkan aksinya terhadap Sayful (33) seorang pedagang yang tinggal di Jalan Faqih Usman, Kecamatan SU I Palembang.

Saat itu, korban bersama istrinya hendak pergi ke Pasar 9-10 Ulu dengan mengendarai sepeda motor Mio J warna merah bernopol BG 6314 AAF. Kemudian ketika melintasi Jalan KH Azhari, dekat lapangan Espri, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, korban dihadang oleh kawanan pelaku.

Lantas tersangka Bentar, langsung menodongkan senjata tajam (sajam) jenis parang ke arah korban, seraya meminta Sayful menyerahkan barang-barang berharga miliknya. Merasa takut, korban pun merelakan sepeda motornya dan dua karung bawang dibawa kabur pelaku.

Kapolsek SU I Palembang, AKP M Khalid Zulkarnain melalui Kanit Reskrim Iptu Azwan mengatakan setelah menerima laporan korban pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, dua dari tiga kawanan pelaku berhasil di tangkap anggota Satreskrim Polsek SU I Palembang.

“Modus yang digunakan pelaku ini, menodongkan senjata tajam terhadap korbannya, dan ada juga yang menggunakan kunci later T. Untuk sementara, ada enam laporan warga yang sudah menjadi korban oleh pelaku, tentunya akan kita dalami lagi,” jelasnya saat gelar perkara, Minggu (13/11) siang.

Pelaku akan dikenakan pasal berlapis 363 KUHP dan 365 KUHP dengan ancaman kurungan diatasi 15 tahun penjara. Sedangkan barang bukti, pihaknya mengamankan kunci T dan sebilah sajam jenis pisau. “Kalau sepeda motor para korban, msih kita cari,” tambahnya.

Sementara tersangka Bentar mengakui perbuatannya yang sudah melakukan aksi penodongan tersebut. “Saya yang bertugas merampas sepeda motor korban, kami beraksi selalu bertiga. Kalau, menodong baru satu kali, maling motor sudah 4 kali,” ucapnya.

Sedangkan tersangka penadah barang curian, Dedi mengatakan jika ia tidak mengetahui kalau sepeda motor yang dibelinya itu merupakan barang hasil curian, lantaran Bentar mengaku kepadanya jika motor itu merupakan motor temannya yang sudah tidak bisa membayar kredit.

“Ada tiga motor yang dijual mereka dengan saya, yang pertama Yamaha Mio J, saya beli seharga Rp 2,4 Juta. Kedua Honda Beat, harganya Rp 2 Juta, dan ketiga Mio Soul, saya beli Rp 2 Juta. Semuanya saya jual ke daerah Payaraman, Ogan Ilir (OI) dengan harga yang berbeda-beda,” tutupnya. (korankito.com/denny)