Bisa Dipercaya

PD Pasar Palembang Jaya Dinilai tidak Lihat Kemampuan Pedagang

DITERIMA:  KabidPerdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kota Palembang Juni Haslani menerima sepuluh perwakilan pedagang pasar tradisional Tangga Buntung, Senin(14/11). Foto/Ria
DITERIMA: KabidPerdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kota Palembang Juni Haslani menerima sepuluh perwakilan pedagang pasar tradisional Tangga Buntung, Senin(14/11). Foto/Ria

Palembang – Perwakilan pedagang Tangga Buntung Mochtar Hamid menyampaikan, adanya penolakan dari pedagang mengenai tarif sewa lapak/kios dikarenakan PD Pasar menaikan tarif sewa kios/lapak tanpa meninjau kembali kemampuan dari pedagang.

“Kami pedagang pasar Tangga Buntung resah, karena kenaikkannya 10 kali lipat,” jelasnya, Senin (14/11).

Berita Sejenis
1 daripada 3.086

Dijelaskan Hamid, PD Pasar tidak melihat lagi kondisi ekonomi saat ini yang sedang sulit. PD Pasar hanya mementingkan keuntungan semata tanpa melihat lagi kondisi perekonomian pedagang.

Besaran kenaikan Rp. 65 ribu per meter dengan tipe C yang disandang Pasar Tangga Buntung, dinilai kurang manusiawi. “Contohnya tarif sewa kios ukuran 2×2 Meter kurang dengan besaran Rp. 7500 per meter. Sedangkan tarif baru nanti menjadi Rp 65 ribu per meter. Jadi kenaikkannya 10 kali lipat,” katanya.

Pada dasarnya jelas Hamid, pedagang sangat mendukung pemerintah mengenai upaya perbaikan pasar tradisional menjadi modern untuk  meningkatkan daya saing dengan retail modern seperti pusat perbelanjaan di Mall termasuk mendukung program Palembang Elok, Madani, Aman dan Sejahtera (EMAS) yang dicanangkan Walikota. .
Hanya saja, kenaikkan tarif, dirasa sangat tinggi dan membebani para pedagang. Sedangkan Pendapatan yang didapat setiap harinya pun jauh dari yang harus dibayarkan.

“Kalau naiknya Rp 15 ribu per meter kami tidak jadi masalah. Ini sampai Rp 65 ribu kan tidak wajar,” tukasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Andi, dimana dengan adanya kenaikkan tarif kios, dirinya takut tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Apalagi, saat ini PD Pasar tidak menerapkan pembayaran tarif per tahun.

“Dengan besaran Rp 5 juta pertahun dirasa cukup berat. Apalagi sekarang tidak ada lagi sistem per bulan maupun harga sewa per lapak. Sekarang dihitung per meter,” ucapnya.

Usai melakukan aksi, pedagang diterima langsing oleh Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang Juni Haslani.

Dalam kesempatan tersebut, Juni menyampaikan kepada para perwakilan pedagang, akan menyampaikan tuntutan para pedagang.

“Kami dari Disperindagkop larinya untuk renovasi, sedangkan untuk retirbusi ke PD Pasar. Namun apa yangmenjadi tuntutan pedagang akan kami sampaikan,” singkatnya. (korankito.com/Ria)