Bisa Dipercaya

Dinkes Lahat Gelar Pelayanan Kesehatan Lansia

pelayanan-kesehatan-lapangan-di-wanaraya-kikim-barat

Lahat – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lahat gelar kegiatan pelayanan kesehatan kepada warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Tanjung Sakti dan Kota Agung, Jumat (11/11). Di Tanjung Sakti pelayanan dilakukan di Puskesmas setempat, dengan memberikan pelatihan cara hidup sehat serta pengobatan gratis.

‘’Alhamdulillah kami disini disambut hangat oleh masyarakat dan para lansia cukup antusias untuk hadir,’’ ujar Kasi Pelayanan Dinkes Lahat Ferianto.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Setahun Buron, Pencuri Burung Kacer Diringkus

1 daripada 3.076

Ia mengungkapkan, selain pelayanan kesehatan, aksi jemput bola Dinkes juga dibarengi dengan acara hiburan untuk para lansia. ‘’Para lansia dengan semangat hadir dan mengikuti acara hiburan dengan menari kikuk yakni tarian khas Tanjung Sakti,’’ paparnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Tanjung Sakti  Pumi Saipul Bahri mengapresiasi program pelayanan  Dinkes Lahat khusus untuk  para lansia. ‘’Dengan kegiatan ini semoga bisa memberikan manfaat yang positif dan bisa membuat para lansia bersemangat untuk menjalankan hari tuanya serta bisa membuat para lansia selalu sehat,’’ ungkapnya.

Sementara itu, di Kecamatan Kota Agung, Dinkes dan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) juga menggelar pelayanan kesehatan bagi lansia khususnya penyakit hipertensi.

‘’Acara ini bagian dari kegiatan rutin dokter di PKM dan Dinkes,’’ ujar Kepala PKM Kota Agung Ahmad Fuad, sembari mengatakan acara yang digelar seusai senam bersama lansia, Jumat (11/11)

Ia menjelaskan, sesudah senam dilanjutkan dengan penyuluhan penyakit Hipertensi (darah tinggi, red) oleh dr.Zaki dan dr.Ista, mereka berdua adalah dokter internis yang sedang menunaikan tugas di PKM Kota Agung.

Masih kata Fuad, para lansia harus lebih banyak mendapat pengaraham dan bimbingan, sebab masa seperti ini memang harus mendapat pengawasan dengan lebih intens. ‘’Terutama bagi mereka yang telah menderita salah satu penyakit, tak hanya itu, kami juga terus memberikan motivasi agar mereka tetap bisa memberikan kontribusi dalam usia tua ini, minimal untuk keluarga mereka,’’ tambah Fuad.

Sedangkan salah satu perserta penyuluhan Amancik (65) mengungkapkan, sebagai orang yang telah masuk usia lanjut, mereka memang perlu banyak bimbingan dan belajar. ‘’Amu la tue ni memang ka mbak itulah die, la kata kurang amu dik banyak betanye, ka kurang saje ilmu tu. Amu hapat tunggal di Puskes ni, minimal ade tambahan ilmu ja ndik kami jeme tu ni. Sape tau amu la ade pule ye ngidak penyakit, mungkim ade care ngubati ye,’’ ungkapnya. (korankito.com/hasjim)